Massa KMAB Kembali Tuntut KPK Bebaskan Irwandi

Acehportal.comdemo

Banda Aceh - Seribuan massa yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Aceh Bersatu (KMAB) melakukan unjukrasa di Halaman Kantor Gubernur Aceh, Selasa (17/7/2018). Mereka menuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera membebaskan Irwandi Yusuf.

Dalam aksi itu, massa membawa sejumlah poster dan spanduk, menuntut KPK untuk membebaskan gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf yang ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka kasus suap proyek Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun 2018.

Massa yang datang dari berbagai daerah di Aceh itu mendapatkan pengawalan ketat dari aparat kepolisian setempat. Setiba di kantor gubernur Aceh, mereka secara bergantian melakukan orasi.

Azhari, pengunjuk rasa dalam orasinya menyatakan, Gubernur Irwandi ditangkap KPK dan dibawa ke Jakarta. Penangkapan tersebut tidak sesuai prosedur dan menyalahi aturan.  Irwandi merupakan pemimpin Aceh. Bebaskan Irwandi Yusuf. Kami menduga ada permainan politik dalam penangkapan Irwandi Yusuf," katanya.

Kalau tidak dibebaskan, tegas dia, massa KMAB akan datang ke KPK menjemput paksa membebaskan Irwandi Yusuf di Jakarta. Karena itu, KPK diminta membebaskan Irwandi Yusuf sebelum dibebaskan paksa.

"KPK jangan mengobok-obok Aceh. Hentikan kriminalisasi terhadap pemimpin Aceh. Kalau tidak, sejarah lama akan terulang. Konflik yang pernah terjadi di Aceh akan terulang kembali jika Irwandi Yusuf tidak dikembalikan ke Aceh,"tambahnya.

Mantan Juru bicara GAM Asutralia Sufaini Usman Syekhy dalam orasinya meminta Plt gubernur Aceh dan jajarannya untuk menyikapi secara adil persoalan yang sedang dihadapi oleh gubernur nonaktif Irwandi Yusuf, sehingga tidak terjadi persoalan besar di Aceh pasca perdamaian Aceh.

“Jangan coba-coba dulu mengusik perdamaian Aceh, termasuk KPK. KPK tidak ada kita ajak dalam perdamaian RI dan GAM, KPK adalah institusi baru di Negara ini, nggak boleh semena-mena dia di Aceh,”katanya.

Ia mengatakan, kehadiran perwakilan masyarakat Aceh tersebut adalah untuk menuntut keadilan, namun jika keadilan tidak diberikan, jangan salahkan pihaknya jika harus berhadapan dengan gerakan yang lebih besar.

“Saya minta Pangdam, Kapolda, Plt gubernur, kejati segera ambil tindakan ini, agar KPK bisa mengembalikan segera Irwandi Yusuf. Dan sampaikan pernyataan ini kepada Presiden, Menkopolhukam, Menhan, bahwa persoalan Aceh badalah perdamaian antara Negara dengan Negara, bangsa dengan bangsa, tapi dalam MoU lahir poin yang mengajak GAM menjadi bagian dari NKRI, jangan ada lagi pihak yang menggganggu, maka dalam hal ini TNI agar menyampaikan ini kepada panglimanya dan kapolda kepada Kapolri,”ungkapnya.

Ketua Laskar Merah Putih AKBP Purn, Sutri Hamdani dalam orasinya menyatakan sepakat dengan KPK untuk memberantas korupsi di Aceh, bahkan banyak koruptor lain yang perlu disikat dari Aceh, namun dia meminta KPK agar tidak pilih kasih.

Namun, menurut dia, apa yang dilakukan terhadap gubernur Irwandi terlihat seperti penzaliman, apalagi dengan gaya KPK membawa Irwandi ke bandara dengan kendaraan baracuda.

“Kami setuju untuk memberantas koruptor, Orang Aceh orang berani, cuma cara penzaliman seperti ini kita tidak terima, perlakuan terhadap Irwandi kita tidak terima, apalagi Irwandi belum tentu apa salahnya. Kami mengharapkan agar kasus ini diusut dengan benar, jangan ada dendam,” ujar mantan Kepala Densus 88 Anti Teror Polda Aceh ini.

Polem Muda Ahmad Yani, orator aksi lainnya, menyatakan mendesak Presiden mencabut gugatan yang dituduhkan kepada Irwandi Yusuf. Sebab, Gubernur Aceh yang dipilih rakyat pada Pilkada 2017 tersebut tidak bersalah.

"Gubernur Irwandi terkena operasi tangkap tangan atau OTT. OTT itu barang bukti ada di tangan pelaku. Namun, ketika Irwandi ditangkap, tidak ada uang sama beliau. Karena itu, kami mendesak KPK melepaskan Irwandi Yusuf,"pungkas Polem Muda Ahmad Yani.()

Penulis:adi
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...