Pansus III DPRA: Kemiskinan dan Pengangguran di Aceh Masih Tinggi di Aceh

kunjungan pansus iii di kKb Bireuen

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Tingkat Kemiskinan Aceh Jumlah penduduk miskin Aceh mengalami dinamika yang menarik, dimana menurut BPS data penduduk miskin Aceh  pada September Tahun 2017 mencapai 15,92% dan ini jauh dari target dalam Qanun RPJMA yaitu sebesar 9,5%.

Menurut Pansus III, jika dibanding pada tahun 2016 Aceh menduduki peringkat kedua termiskin di Sumatera setelah Provinsi Bengkulu, maka pada tahun 2017 Aceh semakin terpuruk sebagai peringkat termiskin Se-Sumatera.

Pada tahun 2017 dibandingkan dengan tahun 2016 memang ada penurunan penduduk miskin di Aceh dari 16,73% (2016) menjadi 15,92% (2017), namun pencapaian ini masih kalah terutama jika dibandingkan dengan Provinsi Bengkulu, sehingga peringkat Provinsi Bengkulu pada tahun 2017 menjadi lebih baik dibanding Aceh.

Begitu juga perbandingan secara nasional, Aceh berada di urutan keenam provinsi termiskin. Urutan pertama adalah Papua dengan penduduk miskin mencapai 27,76%, disusul Papua Barat 23,12%, NTT 21,38%, Maluku 18,29%, Gorontalo 17,14%, Aceh 15,92%, Bengkulu 15,59%, dan NTB 15,05%.

Dengan demikian, terlihat jelas benang merah anggaran yang besar ternyata belum mampu menurunkan persentase penduduk miskin di Aceh secara signifikan, bahkan secara komperatif dengan provinsi lainnya Aceh semakin tertinggal.

Tingkat Pengangguran Tinggi

Tingkat Pengangguran Aceh Menurut data BPS, tingkat pengangguran Aceh pada Agustus 2017 mencapai 6,57%. Tim Pansus DP III mengapresiasi pencapaian ini karena data pada Agustus 2017 tersebut lebih rendah dari data Februari 2017 (7,39%), dan bahkan lebih rendah 1,00% dari data Agustus 2016 (7,57%).

Persoalan tingkat pengangguran Aceh relatif tinggi dan cenderung berfluktuasi, dimana data tingkat pengangguran pada Februari 2016 menempatkan Aceh pada posisi nomor 4 SeIndonesia setelah provinsi Kepulauan Riau, Kalimantan Timur, dan Jawa Barat.

Namun data BPS pada Februari 2017, walaupun tingkat pengangguran Aceh berhasil diturunkan ke angka 7,39%,tetapi posisi Aceh bahkan bertengger menjadi yang tertinggi tingkat penganggurannya Se-Sumatera.

Data dan fakta diatas, menurut Pansus III  tentunya menjadi keprihatinan dan kekecewaan kita semua bahwa anggaran yang besar belum mampu menjadikan Aceh lebih baik dan terkesan pembiayaan program kegiatan setiap tahun hanyalah formalitas semata tanpa konsep arah jelas dalam menyelesaikan persoalan perekonomian rakyat.

Penulis:redaksi
Rubrik:DPRA

Komentar

Loading...