Wali Kota: Persoalan Air Bersih di Banda Aceh Harus Tuntas 2019

Aminullah tinjau PDAM

Banda Aceh - Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman meminta PDAM Tirta Daroy bekerja keras dalam membenahinya persoalan air bersih di Ibu kota Provinsi itu hingga tuntas di akhir Tahun 2019 mendatang.

“Terhitung 1 Januari 2020, kita targetkan persoalan air bersih tuntas,”ungkap Wali Kota Aminullah pada program Wali Kota Menjawab di peandopo Wali Kota setempat, Jum’at (29/6/2018).

Ia menyatakan, kendala yang dialami PDAM selama ini dalam mengatasi air bersih adalah pada tingkat kebocoran yang sangat tinggi yakni kurang lebih 40 persen. “Kebocoran ini berdampak pada rendahnya tekanan air dan sulit teraliri hingga ke rumah-rumah pelanggan, terutama untuk wilayah ujung pelayanan (seperti wilayah pesisir),”jelasnya.

“Tapi Insya Allah ini akan teratasi, kita sedang menjajaki kerjasama dengan pihak ketiga untuk menekan tingkat kebocoran air ini,”terangnya.

Selain itu, Wali Kota Aminullah mengatakan, peningkatan pengamalan syariat Islam menjadi prioritas yang diterjemahkan dalam sejumlah program keagamaan. Banyak kegiatan keagamaan digelar dengan harapan warga kota semakin dekat dan bertaqwa kepada Allah SWT dan RasulNya.

Data dari Satpol PP dan WH Kota, kata dia, kasus pelanggaran ketentraman dan ketertiban mengalami penurunan. Tahun 2015 mencapai 1532 kasus, turun menjadi 775  pada tahun 2016. Terakhir di tahun 2018 pelanggaran ini berada di angka 531 kasus.

Kemudian kasus pelanggaran syariat Islam tahun 2015 mencapai 228 kasus, tahun 2016 ada 256 dan tahun 2017 turun menjadi 183 kasus. Data ini mengindikasikan, kesadaran bersyariat masyarakat Ibukota Provinsi Aceh ini semakin tinggi.

Sementara di sektor ekonomi, telah dibentuk Lembaga Keuangan Mikro Syariah dengan nama PT. Mahirah Muamalah Syariah (PT.MMS). Kehadiran MMS sangat dibutuhkan oleh warga kalangan ekonomi lemah untuk kebutuhan modal usaha, dimana selama ini sangat sulit diperoleh dari sejumlah lembaga pembiayaan.

“MMS hadir membantu modal usaha untuk pedagang sayur, pedagang kelontong, usaha air tebu, pedagang ikan (Mugee) dan usaha rumah tangga seperti kue kering dan kue basah serta usaha kecil lainnya,”sebutnya.

“Mereka hanya butuh Rp.500 ribu hingga Rp.5 juta. Selama ini mereka terperangkap dalam jeratan rentenir. MMS ini kita harap dapat membantu pembiayaan mereka agar mereka bisa berdaya dan lepas dari riba,”kata Aminullah.()

Penulis:adi
Rubrik:Kota

Komentar

Loading...