Lagi, Kasus Pemerkosaan di Singkil

Kali Ini Korbannya Hamil

Pelaku pemerkosaan

ACEH SINGKIL, ACEHPORTAL.COM - Seorang pria paruh baya ditangkap polisi karena menyetubuhi anak di bawah umur. Ia ditangkap di kawasan perkebunan sawit warga di kawasan Kecamatan Suro, Aceh Singkil.

Kapolres Aceh Singkil, AKBP Andriyanto Argamuda melalui Kasat Reskrim, AKP Agus Riwayanto Diputra mengatakan, korbannya adalah anak berusia 18 tahun yang tidak bersekolah, sebut saja namanya Bunga. Korban merupakan warga Gunung Meriah, Aceh Singkil.

"Sementara tersangka berinisial SM (52), kesehariannya bekerja sebagai petani yang juga warga Gunung Meriah, Aceh Singkil," ujarnya saat dikonfirmasi Sabtu (2/6/2018) malam.

Peristiwa bejat itu berawal dari pihak keluarga korban yang mengetahui bahwa Bunga hamil. Setelah mencari tahu, diketahui Bunga yang mengalami gangguan jiwa ini disetubuhi oleh pelaku. Hal ini diketahui berdasarkan pengakuan korban dan pengecekan yang dilakukan terhadap kamera CCTV yang terpasang di belakang rumah korban.

"Dalam CCTV terlihat pelaku lalu-lalang di belakang rumah korban, terlihat pelaku melempar rumah korban menggunakan batu. Setelah korban keluar untuk mengecek, pelaku mengaku membawa korban ke semak-semak yang tak jauh dari rumah itu dan disetubuhi," ungkap Kasat.

Agus menambahkan, korban saat ini mengandung janin yang berusia 18 hingga 19 minggu. Pihak keluarga korban pun melaporkan hal ini sehingga polisi langsung menindaklanjuti laporan yang dibuat ke Mapolres Aceh Singkil.

"Dari laporan itu pelaku kita tangkap dan diamankan satu setel pakaian milik korban sebagai barang bukti. Saat ini pelaku masih ditahan, pelaku melanggar Pasal 81 ayat 2 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 perubahan kedua atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak serta Pasal 290 dari KUHPidana," jelasnya.

Kasus ini masih ditangani Sat Reskrim Polres Aceh Singkil lebih lanjut. Polisi pun berkoordinasi dengan pihak terkait seperti P2TP2A Aceh Singkil karena kasus ini berkaitan dengan perempuan dan anak.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...