Hampir 2 Pekan Dirawat di RSUZA Banda Aceh, WNA Asal Jepang Dipulangkan

Turis jepang dirawat intensif di rsuza

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Masao Kurabayasi (92), warga Jepang yang beberapa waktu lalu dievakuasi tim SAR dari kapal pesiar berbendera Panama bernama Ocean Dream karena sakit dan sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh, akhirnya dipulangkan.

Pendamping Masao selaku agen dari PT Pelni Lhokseumawe, Syawal mengatakan, kakek yang menjalani perawatan hampir dua minggu itu siang tadi dipulangkan ke negaranya menggunakan pesawat ambulans.

"Siang tadi sudah dipulangkan, berangkat menggunakan pesawat ambulans dengan didampingi sejumlah tim medis untuk memantau kondisi pasien," ujarnya saat dikonfirmasi Sabtu (2/6/2018).

Ia menjelaskan, kondisi terkini Masao sendiri kini mulai membaik meski masih harus menjalani cuci darah akibat sakit gangguan ginjal yang dideritanya.

Cuci darah pun dilakukan saat pasien transit di beberapa bandara sebelum tiba di Jepang, seperti di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta.

"Tadi dengan pesawat ambulans carteran oleh 221Assist milik PT Assistama Indonesia tiba sekitar pukul 10.00 WIB di Bandara SIM dari Jakarta bersama tim dokter dan medis, pasien dijemput kemudian diterbangkan kembali.

Informasi terakhir yang kita terima, pasien tiba di Bandara Halim pukul 15.45 WIB untuk menjalani cuci darah di Rumah Sakit Pondok Indah kemudian baru melanjutkan perjalanan selesai cuci darah, ini rutin dilakukan saat pasien transit di sejumlah bandara sebelum tiba di Jepang," jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Masao mengalami sakit gangguan ginjal sehingga selama ini harus menjalani cuci darah. Masao sebelumnya dievakuasi medis oleh tim SAR Banda Aceh setelah ada permintaan dari pihak kapal pesiar yang ditumpanginya beberapa waktu lalu.

"Sudah dirawat kurang lebih seminggu, dokter bilang dia sakit ginjal, ginjalnya berfungsi tetapi tidak sempurna. Jadi selama seminggu ini sudah menjalani cuci darah sebanyak 4 kali," ujarnya saat ditemui di RSUZA Banda Aceh.

Masao pun ditangani sejumlah dokter spesialis rumah sakit setempat seperti spesialis ginjal, penyakit dalam dan lainnya. Rencananya, Masao akan diberangkatkan pulang kembali ke negara asalnya minggu lalu. Akan tetapi, dokter melarang hal itu karena kondisi yang belum memungkinkan.

"Dokter melarang, dokter mengizinkan dengan catatan pasien bisa rutin cuci darah setiap transit di bandara. Mengingat hal itu tidak memungkinkan dan sulit, jadi dibatalkan keberangkatan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan," jelas Syawal didampingi rekannya, Mahdi.

Saat ditanya mengenai keluarga pasien, Syawal mengatakan bahwa pihak keluarganya sudah mengetahui. Keluarga juga memiliki upaya untuk mendatangi Masao dan hingga kini masih terjalin komunikasi, begitu pun dengan konsulat negaranya di Indonesia.

"Dari awal sudah diberitahukan, pihak keluarga dan konsulat hingga kini masih berkomunikasi dengan kita," kata Syawal lagi.

Terkait pelayanan rumah sakit, sambungnya, pihaknya mengaku sangat puas dengan pelayanan yang diberikan selama ini. Pelayanan RSUZA Banda Aceh kini pun banyak mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan beberapa waktu sebelumnya. Hal ini juga diakui sejumlah pasien dan keluarga lainnya yang dirawat.

"Kita dan pasien pun merasa sangat puas, pelayanannya sekarang sudah sangat baik dibandingkan dengan sebelumnya. Awalnya Masao dibawa ke Rumah Sakit Harapan Bunda, kemudian dirujuk kesini," terang Syawal.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Tim SAR Aceh mengevakuasi medis (medivac) seorang turis asal Jepang yang menumpangi kapal pesiar berbendera Panama Ocean Dream, Minggu (20/5/2018) sore.

Kakansar Banda Aceh, Hari Adi Purnomo mengatakan, turis Jepang yang dievakuasi bernama Masao Kurabayasi (92). Masao dievakuasi karena penyakit yang dialaminya.

"Saat dievakuasi, korban dalam keadaan kritis dengan kondisi sesak nafas. Korban adalah penumpang kapal pesiar Ocean Dream dari Singapura bertujuan berkeliling Eropa," ujar Hari.

Dijelaskan, evakuasi dilakukan setelah adanya permintaan dari kapal pesiar Ocean Dream. Dari informasi itu, tim SAR bersama pihak imigrasi, bea cukai, karantina dan sejumlah instansi terkait lain langsung bergerak melakukan medivac.

"Evakuasi medis dilakukan menggunakan kapal SAR KN Kresna 232 yang dinahkodai Kapten Supriadi. Kapal berangkat dari Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh sekira pukul 16.00 WIB," katanya.

Penulis:Hafiz
Rubrik:News

Komentar

Loading...