Penculik Warga Pidie Jaya Didor

Konfrensi pers kasus penculikan di Ditreskrimum polda aceh/hafiz

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Empat pengguna narkotika jenis sabu menculik Abdullah (46), Petani yang sekaligus diketahui pebisnis barang antik, warga Gampong Gahru, Kecamatan Bandar Dua, Pidie Jaya, Selasa (15/5/2018) lalu sekira pukul 19.30 WIB.

Abdullah diculik karena para pelaku ini menduga dan mencurigai Abdullah adalah seorang informan BNN. Abdullah pun diculik para pelaku di rumahnya, peristiwa ini kemudian dilaporkan istri korban bernama Nurhajjah (38) ke Mapolres Pidie.

Kapolda Aceh, Irjen Pol Rio S Djambak melalui Dir Reskrimum, Kombes Pol Sumarso didampingi Kabid Humas, Kombes Pol Misbahul Munauwar mengatakan, keempat pelaku yang akhirnya ditangkap yakni DA (38), warga Aceh Utara, MS (24), warga Lhoksumawe serta JA (36), warga Meuria dan SA (38), warga Pidie Jaya.

"Keempat pelaku ini ditangkap tim gabungan Dit Reskrimum Polda Aceh bersama Sat Reskrim Polres Pidie setelah dilakukan penyelidikan, dua diantaranya terpaksa dilumpuhkan dengan ditembak kakinya karena melawan dan kabur dari petugas," ujarnya didampingi Kasat Reskrim Polres Pidie, AKP Mahliadi dan Kasubbid Penmas, Kompol Hamidi di Mapolda Aceh, Senin (21/5/2018).

Sumarso menjelaskan, keempat pelaku menculik korban dan meminta uang terusan kepada pihak keluarga sebesar Rp 110 juta. Abdullah diculik oleh tiga orang menggunakan mobil Toyota Avanza dan sempat dibawa ke salah satu rumah kosong serta diancam menggunakan senjata api laras panjang.

"Saat diculik, keluarga korban sempat mengirim uang terusan sebesar Rp 50 juta yang dikirim ke rekening pelaku MA karena ancaman. Pelaku kembali meminta uang tebusan dan keluarga mengirim Rp 32 juta lagi kalau tidak korban diancam bunuh, jadi totalnya Rp 82 juta yang dikirimkan," ungkap Direktur.

Polisi yang terus melakukan penyelidikan akhirnya menangkap pelaku di jalan Kecamatan Nisam, Aceh Utara. Saat itu, para pelaku singgah di salah satu mesin ATM bank untuk mengambil uang. Penangkapan penuh drama pun terjadi di lokasi tersebut.

"Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku bahwa menculik korban karena korban dicurigai sebagai informan BNN, tetapi kita masih dalami lebih lanjut kasus ini apakah pelaku merupakan sindikat narkoba atau bukan, yang jelas para pelaku memang pengguna narkoba jenis sabu," jelasnya.

Selain menangkap keempat pelaku bersama barang bukti yang digunakan seperti satu unit mobil Toyota Avanza, dua motor Yamaha Mio dan Honda Vario, sebilah golok, sejumlah telepon seluler, dompet dan lainnya, polisi juga masih mengejar tiga pelaku lainnya yang terlibat.

"Ketiganya MA (40), warga Krueng Geukuh, D (32), warga Aceh Utara serta FA (35), warga Pidie. Ketiganya masuk DPO, kasus ini masih terus dikembangkan," tambah Kombes Pol Sumarso dan Kombes Pol Misbahul Munauwar.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...