Ops Patuh Rencong 2018

Jumlah Pelanggar Meningkat di Aceh Besar

Jumlah Pelanggar Meningkat di Aceh Besar

ACEH BESAR, ACEHPORTAL.COM - Penilangan yang dilakukan Sat Lantas Polres Aceh Besar selama Operasi Patuh Rencong 2018 kali ini meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yakni sebanyak 469 lembar blangko tilang.

Hal ini dikatakan Kapolres Aceh Besar, AKBP Heru Suprihasto melalui Kasat Lantas, AKP Vifa Febriana Sari saat ditemui di Satpas SIM Polres Aceh Besar di Aneuk Galong, Kecamatan Sukamakmur, Aceh Besar, Jumat (11/5/2018).

"469 lembar dengan barang bukti 206 SIM, 216 STNK, 25 unit sepeda motor, 21 unit roda empat dan satu unit kendaraan roda enam," ujarnya kepada wartawan.

Ia menjelaskan, penindakan yang dilakukan tahun ini meningkat jika dibandingkan pada Operasi Patuh Rencong 2017 lalu yakni sebesar 253 tilang atau 117 persen. "Jadi jadi dua kali lipat meningkat dibandingkan tahun sebelumnya," kata Vifa.

Selain kendaraan bermotor dan dokumen, pihaknya juga mengamankan sepucuk airsoft gun laras panjang jenis PCP, tiga bilah parang dan pedang yang dibawa oleh para pengendara menggunakan kendaraannya dan diamankan saat razia yang dilakukan selama operasi.

"Selain itu, kita juga mengungkap kasus tabrak lari selama operasi patuh, dimana kejadiannya terjadi pada 7 Mei 2018 kemarin antara mobar truk colt BL 8972 AE, dengan sepeda motor Jupiter BL 5752 LAA, TKP di Sebreh pukul 06.30 WIB. Kemudian pada Rabu (5/2018) anggota unit Laka Lantas yang sedang bertugas di pagi hari melihat truk yang dimaksud melintas dan kemudian melakukan pengejaran serta penangkapan yang kemudian dicocokkan," ungkapnya.

Saat itu, lanjut mantan Kasat Lantas Polres Langsa ini, ditemukan barang bukti kayu yang pada saat olah TKP ditemukan potongan truk itu kemudian dicocokkan dan ternyata sama. Selanjutnya sopir dan truk diamankan oleh Unit Laka.

"Untuk kecelakaan lalu lintas tahun ini ada 2 kasus kecelakaan. Ini meningkat dari tahun 2017 karena pada tahun lalu laka lantas nihil. Dari dua kejadian Laka ini, 2 korban meninggal dunia, 1 luka berat dan 2 luka ringan, serta kerugian material sekitar Rp 6 juta," jelas AKP Vifa Febriana Sari.

Bentuk pelanggaran sendiri, tambahnya, masih didominasi dengan tidak menggunakan helm yang jumlahnya kurang lebih sebanyak 200 pelanggar, tidak menggunakan safety belt, melawan arus, pelanggar di bawah umur. Rata-rata yang menjadi korban kecelakaan masih pelajar dan masih di bawah umur yang meninggal dunia, masih 15 tahun.

"Kalau kita lihat angka kecelakaan meningkat padahal penindakan kita juga sedang meningkat. Ini merupakan satu upaya kita dan edukasi juga sudah kita lakukan, penindakan di lapangan juga kita tingkatkan. Disini kita juga membutuhkan bantuan dari kesadaran masyarakat juga, khususnya orang tua. Karena pengendara di bawah umur Ini masih banyak sekali," terangnya.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...