Kejari Aceh Besar Eksekusi Mantan Bendahara DPKA 

Proses eksekusi terdakwa kasus korupsi oleh Kejari Aceh Besar

JANTHO, ACEHPORTAL.COM - Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Besar mengeksekusi mantan Bendahara Pengeluaran Dinas Pendapatan dan Kekayaan Aceh (DPKA), Siti Maryami, Jumat (4/5/2018).

Kajari Aceh Besar, Mardani didampingi Kasi Pidsus, Muharizal mengatakan, pihaknya hari ini mengeksekusi terpidana kasus tindak pidana korupsi dalam proses pengadaan UPTD Balai Ternak Ruminansia di Aceh Besar.

"Tersangka kasus tindak pidana korupsi dalam proses pengadaan UPTD Balai Ternak Ruminansia di Aceh Besar ini dieksekusi setelah Mahkamah Agung (MA) mengabulkan kasasi Jaksa Penuntut Umum (JPU)," ujarnya.

Dijelaskannya, proses eksekusi ini berlangsung di Rutang Cabang Lhoknga, Aceh Besar, sekira pukul 10.00 WIB tadi. Korps Adhyaksa mengeksekusi berdasarkan putusan MA bernomor 1376 K/PID.SUS/2017 tertanggal 12 Maret 2018.

“Eksekusi berlangsung di Rutan Lhoknga, karena yang bersangkutan saat ini ditahan disana terkait kasus Damkar Kota Banda Aceh,” kata Mardani.

Sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Banda Aceh memvonis bebas Siti Maryami.  Majelis Hakim yang diketuai Nurmiati dan anggota masing-masing Deny Syahputra dan Edwar menyatakan, Siti Maryami tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dakwakan penuntut umum, baik dakwaan primair dan dakwaan subsidiar.

“Membebaskan Terdakwa oleh karena itu dari semua dakwaan Penuntut Umum serta memulihkan hak-hak Terdakwa dalam kemampuan, kedudukan dan harkat serta martabatnya,” bunyi putusan Majelis hakim yang dibacakan pada Selasa (28/2/2017) lalu.

Namun, penuntut umum mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung pada 10 Maret 2017 lalu. MA lalu mengabulkan kasasi dari penuntut umum pada Kejari Aceh Besar dan membatalkan putusan Pengadilan Tipikor Banda Aceh Nomor 29/Pid.Sus-TPK/2016/PN.BNA tanggal 28 Februari 2017.

Hakim MA menyatakan, Siti Maryami telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama. Siti dijatuhi hukuman penjara selama 4 tahun dan pidana denda sebesar Rp 200 juta atau subsider 6 bulan penjara.

Proses eksekusi terhadap Siti Maryami berjalan lancar. Ia saat ini ditahan di Rutan Cabang Lhoknga, Aceh Besar sebagai tersangka dalam kasus Damkar Kota Banda Aceh dan kasus pengadaan UPTD Balai Ternak Ruminansia di Aceh Besar.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...