Warga Tanam Pohon Di Jalan Meunasah Rambut Kaway 16

Warga tanam pohon tengah jalan/putra

ACEH BARAT,  ACEHPORTAL.COM - Warga Desa Meunasah Rambut, Kecamatan Kaway 16, Kabupaten Aceh Barat menanam pohon pisang dan kelapa di sepanjang jalan Jalan lintas nasional penghubung antara Aceh Barat dengan Kabupaten Pidie.

Aksi itu dilakukan terkait protes warga yang selama ini menghirup debu akibat dampak dari lambannya pembangunan jalan Meulaboh-Tutut yang mulai mengancam kenyamanan dan kesehatan penduduk.

Jalan lintas nasional penghubung antara Aceh Barat dengan Kabupaten Pidie itu mulai ditanami pepohonan jenis kelapa, pisang sejak Senin (30/4) oleh warga sekitar. Penanaman pohon dilakukan sebagai bentuk kesal terhadap pembangunan jalan yang dinilai lamban proses penyelesaiannya.

Selain pohon, warga juga membentang spanduk bertuliskan “terima kasih kepada pemerintah provinsi dan wakil rakyat Aceh yang telah menghadiahkan debu selama enam bulan lebih” pada pembangunan jalan yang menggunakan anggaran dana Otonomi Khusus (Otsus).

Beberapa jumlah pohon  dan sepanduk dibentang di tengah-tengah badan jalan , itu berada di sepanjang jalan  Desa Meunasah Rambut, Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat.

Sebelumnya, jalan tersebut tersandung kasus korupsi yang kini masih dalam proses penyelesaian di Kejaksaan Negeri (Kejari) Meulaboh. Jalan yang semula sudah dibangun kemudian dilakukan pembongkaran kembali untuk diperbaiki.

Warga Desa Gampong (desa) Rambut, Abdurahman (38) kepada wartawan, Rabu (2/5), mengakui,  kegiatan protes tersebut dilakukan lantaran jalan yang lambat dibangun mulai membuat sebagian warga harus menutup usaha (Kedai Kelontong).

Ia menjelaskan, dampak kepungan debu warga sekitar yang berdekatan jalan raya itu juga mulai terserang penyakit sesak dan batuk-batuk. Mereka  mengakui tidak akan mencabut pepohonan tersebut  sampai pemerintah mulai serius menanggapi keluhan warga desanya.

Penulis:Putra
Rubrik:Daerah

Komentar

Loading...