LIGA CHAMPIONS

Liverpool Menjemput Surga Olimpico

Di Kota Abadi, Liverpool menyimpan sejarah manis yang akan mendorong ambisi mereka menjadi kampiun Eropa.
Bukan tanpa alasan Roma punya julukan sebagai Urbs Aeterna, Eternal City alias Kota Abadi. Dalam sejarah panjangnya, ibu kota Italia itu memang tidak lekang digerus oleh perubahan zaman.

Orang Romawi Kuno percaya, apa pun yang terjadi di dunia, tak peduli ada banyak kerajaan yang bangkit dan jatuh, kota Roma akan tetap berdiri tegak selamanya. Sampai hari ini, terminologi Kota Abadi itu masih tetap dipegang teguh oleh masyarakat Roma.

Dalam konteks sepakbola, AS Roma mau tak mau dikaitkan dengan prinsip keabadian dari kota yang menjadi basisnya itu. Namun faktanya, Roma bukan tergolong sebagai “klub abadi” yang punya prestasi mentereng di lapangan hijau. Giallorossi baru meraih tiga titel Serie A Italia dan belum pernah berjaya di level Eropa.

Ironisnya, justru Liverpool -- lawan Roma di semi-final Liga Champions 2017/18 -- yang lebih mampu mengabadikan nama mereka di tembok dan jalanan kota Roma, tepatnya di Stadio Olimpico. Di stadion itulah nama Liverpool berkibar ke seluruh penjuru Eropa dan dunia.

Mei 1977, Olimpico menjadi saksi bisu dari keberhasilan Liverpool merengkuh titel Piala Champions Eropa untuk pertama kali. The Reds besutan Bob Paisley kala itu mampu menaklukkan raksasa Jerman Borussia Monchengladbach 3-1 di partai final.

Bahkan tujuh tahun setelahnya, Liverpool kembali membuat sejarah di Olimpico dengan meraih Piala Champions ketiga mereka dengan mengalahkan sang empunya kandang, Roma. Sempat bermain ketat 1-1 di waktu normal, Liverpool akhirnya keluar sebagai yang terbaik lewat kemenangan 4-2 via adu penalti.

Tuah Olimpico untuk Liverpool terus berlanjut selepas pergantian milenium. Di leg pertama babak keempat Piala UEFA 2000/01, Liverpool mampu memecundangi tuan rumah Roma 2-0. Michael Owen mencetak dua gol di laga itu yang berperan krusial mengantar Liverpool ke babak selanjutnya dan terus melenggang hingga menjadi juara Piala UEFA.

Ketika Liverpool kembali menyambangi kota Roma pada Kamis (3/5) dini hari WIB dalam leg kedua semi-final Liga Champions, sejarah dan kenangan Olimpico di masa lalu pun tak terhindarkan. Ya, Olimpico sudah seperti surga untuk Liverpool.

Masalahnya, Olimpico belakangan ini angker untuk lawan-lawan dari Eropa. Roma secara luar biasa belum pernah kebobolan di Liga Champions musim ini, termasuk saat melibas Barcelona 3-0 untuk membalikkan defisit 4-1 dan menciptakan “Romantada” di perempat-final. Potensi Romantada jilid dua tentu ada kendati Liverpool sebetulnya relatif aman dengan keunggulan 5-2 di leg pertama.

Bagaimanapun, momentum tetap berada di tangan Mohamed Salah cs. Kelar tanding di Olimpico (tentu dengan asumsi menihilkan Romantada), armada Jurgen Klopp akan melangkah ke Kiev dan mereka tak perlu takut menghadapi Real Madrid di partai puncak. Sebab, sejarah manis Olimpico akan selalu menyertai mereka. [goal.com]

Editor:redaksi
Sumber:www.goal.com
Rubrik:Olahraga

Komentar

Loading...