BKIPM Aceh Buka Pos Wilayah Kerja Langsa untuk Sertifikasi

Kepala BKIPM Aceh, Diky Agung Setiawan

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Hasil Perikanan (BKIPM) Aceh mengatakan, selama ini hasil perikanan di Aceh dikirim ke Sumatera Utara untuk kemudian diekspor ke luar, baik untuk wilayah Indonesia maupun luar negeri.

Hal ini dikatakan Kepala BKIPM Aceh, Diky Agung Setiawan didampingi Kasi Wasdalin, Hudaibiya Al Faruqie saat ditemui di salah satu warung kopi di Banda Aceh, Sabtu (28/4/2018) kemarin.

"Ini merugikan karena Aceh yang punya ikan, Sumatera Utara yang punya nama. Sementara kita tahu hasil perikanan Aceh sangat melimpah, ini jelas sangat berpengaruh pada pendapatan daerah," ujarnya.

Oleh karenanya, BKIPM Aceh selama ini melakukan sosialisasi kepada para pelaku usaha perikanan agar tidak lagi mengirim hasilnya ke wilayah lain untuk diekspor. Sejumlah pengusaha pun terketuk hatinya untuk mengikuti saran yang diberikan dan setuju untuk menjalani sertifikasi di Aceh melalui BKIPM Aceh.

"Jadi sejumlah pengusaha setuju untuk bekerjasama dengan kita, seperti memeriksakan hasil perikanannya hingga urusan perizinan dan disertifikasi di kita sebelum diekspor atau dikirim keluar, jadi prosesnya tidak lagi di Sumut," kata Diky.

Pihaknya pun dalam waktu dekat ini akan membuka pos kerja di wilayah timur Aceh, yakni seputaran Langsa, Aceh Timur atau Aceh Tamiang untuk proses perizinan dan sertifikasi tersebut yang nantinya untuk mengecek hasil perikanan yang akan dikirim atau diekspor, khususnya dari wilayah timur Aceh.

"Kita sudah berkoordinasi dengan pemkab setempat dan disetujui, proses masih berlangsung nanti kita kabarkan hasilnya. Ini dilakukan untuk kebaikan Aceh sendiri. Jadi tidak ada yang namanya Aceh punya ikan, daerah lain punya nama," katanya lagi.

Bulan depan, sambungnya, rencananya Aceh Timur akan melakukan ekspor ikan perdana yang dikirim ke Thailand dan Malaysia yang dilakukan oleh pengusaha disana. Ini membuktikan bahwa Aceh mampu mengekspor hasil perikanan langsung ke luar negeri tanpa melalui Sumatera Utara.

"Nanti akan kita undang unsur Forkopimda Aceh dan pihak terkait untuk ekspor perdana ikan ini, terbukti bahwa Aceh mampu mengekspor hasil perikanannya ke luar negeri," ujar Diky lagi.

Untuk hasil perikanan dari Lampulo sendiri, sambung Diky, selama ini belum pernah diekspor. Hasil perikanan dari Lampulo diketahui selama ini hanya dikirimkan ke antar wilayah seperti Sumatera Utara hingga Jawa.

"Namun, saat kita cek mereka tidak punya data yang jelas. Jadi ini juga kita ambil tindakan untuk mencari data sebenarnya, berapa jumlah yang dikirim setiap malamnya. Tetapi kita dapat informasi, setiap malamnya dikirim ke luar Aceh 20 ton," ungkap Diky.

Penulis:hafiz
Rubrik:Umum

Komentar

Loading...