Tinjau Pengeboran Minyak  Tradisional di Bireuen, Kapolres Imbau Warga Berhati-hati

kunjungan kapolres bireuen meninjau sumur minyak

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Kepolisian Resort (Polres) Bireuen meninjau dan mendata sejumlah titik sumur pengeboran dan pengolahan minyak mentah yang ada Gampong Blang Seupeung, Kecamatan Jeumpa, Bireuen, Kamis (26/4/2018), kemarin.

Kunjungan langsung Kapolres Bireuen, AKBP Riza Yulianto yang didampingi sejumlah pejabat jajaran Polres Bireuen ini disambut langsung oleh Keuchik gampong setempat, Yufaidir.

Yufaidir mengungkapkan, pengeboran minyak mentah yang ada di gampong ini berawal pada saat pembuatan  sumur bor untuk Meunasah.

“Saat sedang dilakukan pengoboran keluar cairan minyak mentah, masyarakat sekitar mulai mencari cara untuk menggarapnya,” ungkap Yufaidir melalui siaran pers yang diterima, Jumat (27/4/2018).

Dijelaskan, setidaknya ada 41 titik lokasi pengeboran minyak yang saat ini ada di Gampong tersebut. Selain itu, dirinya mengklaim minyak yang digarap secara tradisional itu tidak mengandung gas seperti sumur minyak mentah di Peureulak, Aceh Timur.

Yufaidir menambahkan, pengeboran minyak di gampong yang dipimpinnya ini sudah menjadi ladang untuk masyarakat mencari penghasilan.

“Minyak mentah dapat dikumpulkan dalam satu hari tidak banyak sekitar 50 liter dan satu bulan sekitar 6 drum. Itupun minyak solar baru bisa ditampung apabila ada dinyalakan mesin sedotnya, jika tidak hidup tidak ada minyak yang diperoleh,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Bireuen menanggapi positif keterangan dari Yufaidir. Meski demikian, Kapolres tetap mengimbau warga gampong agar lebih berhati-hati saat melakukan pengeboran, khususnya secara tradisional.

“Mengingat pengeboran dilakukan dengan cara tradisional, kejadian yang terjadi di jalan Gampong Pasi Puteh, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur,  Rabu (25/4/2018) kemarin menjadi pembelajaran bagi masyarakat Gampong Blang Seupeung untuk lebih waspada,” imbaunya.

Polres Bireuen, sambungnya, sudah mendatakan sejumlah lokasi sumur pengeboran minyak mentah termasuk yang ada di kawasan Juli dan Peusangan. Oleh karena itu, dirinya berharap ada tindakan langsung dari pemerintah.

“Hal tersebut harus ada tindak lanjut dari dinas terkait kabupaten dan Provinsi Aceh,” tambah AKBP Riza Yulianto yang pernah menjabat sebagai Kapolres Aceh Jaya ini.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Daerah

Komentar

Loading...