Ini Perkembangan Kasus Penembakan di Aceh Utara

Tersangka dan barang bukti dibawa ke Polres Aceh Timur, sementara senpi AK 56 tersebut dibawa ke Polres Aceh Utara

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Polres Aceh Utara menahan seorang pria berinisial UA (30) atas kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu. Ia ditangkap sehari setelah rumah mertuanya, Ahmad Budiman (71) yang di Gampong Geumata, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, diberondong peluru oleh orang tak dikenal (OTK) beberapa waktu lalu.

Polisi menyebutkan, UA ditangkap atas kasus sabu dengan barang bukti yang diamankan berupa sebuah bong yang terbuat dari botol air mineral, sebuah pipa kaca (pirek) berisi sabu dan dua buah korek api.

Kapolres Aceh Utara, AKBP Ian Rizkian Milyardin melalui Kasat Reskrim, Iptu Rezki Kholiddiansyah mengatakan, selain UA, pihaknya juga mengamankan dua pria lainnya atas kasus yang sama.

"UA sebelumnya diperiksa sebagai saksi atas kasus penembakan rumah mertuanya. Namun, dalam penyelidikan itu, UA memberikan keterangan berbelit-belit sehingga petugas curiga. Setelah itu, petugas menggeledah kediaman yang bersangkutan," ujarnya Selasa (24/4/2018).

Kasat Reskrim menjelaskan, sebelum rumah mertuanya diberondong peluru, UA sempat diancam akan ditembak oleh WA, warga Lhokseumawe. Pesan ancaman itu dititipkan melalui FA. Ketiga rekanan ini masih diamankan atas kasus sabu-sabu. Namun, WA ditahan di Polres Lhokseumawe karena lokasi transaksi jual beli sabu terjadi di Lhokseumawe.

"WA dan FA juga ditangkap bersama sejumlah barang bukti narkotika. Dari hasil pemeriksaan, UA justru mengaku menipu dengan cara menjual pil ekstasi palsu. Pil palsu itu diracik dengan obat sakit kepala," kata Kasat.

Selanjutnya, Unit Jatanras Polda Aceh bersama tim Polres Aceh Utara dan Aceh Timur, mengamankan satu pucuk senjata AK 56, dua magazin dan 66 peluru aktif serta 7 paket sabu-sabu ukuran besar. Barang bukti itu, diduga kuat milik JH, yang ditemukan di Gampong Blang Bitra, Kecamatan Peurelak, Aceh Timur. Senpi itulah yang diduga digunakan untuk memberondong rumah mertua UA.

"JH berhasil kabur saat akan ditangkap tim gabungan. Namun tim mengamankan salah seorang teman JH yang kebetulan sedang mengisap sabu-sabu. Tersangka dan barang bukti dibawa ke Polres Aceh Timur, sementara senpi AK 56 tersebut dibawa ke Polres Aceh Utara," ungkapnya.

*Penembakan

Diberitakan sebelumnya, rumah milik Ahmad Budiman yang berada di Gampong Geumata, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, diberondong peluru orang tidak dikenal (OTK) pada Jumat (14/4/2018) pagi. Beruntung,  tidak ada korban jiwa dalam penembakan itu.

Tim gabungan Dit Reskrimum Polda Aceh dan Polres Aceh Utara pun mengungkap motif teror penembakan  rumah tersebut. Penembakan diduga karena utang-piutang sabu,  antara UA dengan salah satu anggota keluarga di rumah tersebut.

Motif penembakan terungkap setelah Tim gabungan Opsnal Intelkam, dan Reskrim Polres Aceh Utara serta Tim Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Aceh menyita sejumlah barang bukti dari upaya penangkapan J, Sabtu (21/4/2018). Meski kabur, polisi menyita satu unit mobil Jazz RS putih dan sepucuk senjata api jenis AK 56 buatan China, yang diduga digunakan pelaku.

Dari data yang dihimpun, terungkapnya motif penembakan berawal informasi keberadaan J yang sedang dalam perjalanan dari Bireuen menuju Aceh Timur yang diterima kepolisian. Polisi akhirnya melakukan pengejaran dan penggerebekan salah satu rumah di Gampong Simpang Seunobok Peusangan, Aceh Timur yang diduga menjadi tempat persembunyian J paska melakukan teror.

Dari penggrebekan di rumah Gampong Simpang Seuneubok tersebut, polisi mengamankan satu uni mobil Honda Jazz dengan nomor polisi BK 1655 QV. Polisi yang melakukan pengembangan kembali menemukan sepucuk senjata api jenis AK 56 buatan China, 66 butir amunisi AK, 2 magazine, 7 paket sabu berikut timbangan digital, alat isap, serta 2 unit telepon seluler milik tersangka, saat menggerebek kediaman orang tua J, di Gampong Blang Bitra, Kecamatan Peurlak, Aceh Timur.

Untuk kepentingan penyelidikan, seluruh barang bukti senjata api dan mobil, diamankan ke Mapolres Aceh Utara, sedangkan barang bukti sabu diserahkan ke Sat narkoba Polres Aceh Timur. Polisi juga masih memburu J yang diduga sebagai sindikat sabu jarian N dan OI yang diduga turut mengancam korban. J kabur saat polisi menggerebek rumah yang menjadi lokasi persembunyiannya.

Seperti diberitakan sebelumnya, teror penembakan yang menimpa kediaman Ahmad Budiman (71) di Gampong Geumata, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Jumat (13/4/2018) sekira pukul 06.00 WIB. Tak ada korban dalam insiden itu, karena tembakan yang dilepas oleh dua pelaku yang mengendarai sepeda motor hanya mengenai dinding teras, mobil pikap dan dinding kamar rumah korban.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Daerah

Komentar

Loading...