Pengembangan Kasus Penembakan di Aceh Utara, Polisi Temukan 12 Paket Sabu dan Sepucuk AK-56 di Aceh Timur

IMG-20180421-WA0008

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Tim gabungan Polda Aceh bersama Polres Aceh Timur dan Polres Aceh Utara mengejar dan menangkap pelaku penyalahguna sabu serta kepemilikan senjata api ilegal terkait penembakan di Aceh Utara beberapa waktu lalu.

Kapolda Aceh, Irjen Pol Rio S Djambak melalui Direktur Resnarkoba, Kombes Pol Agus Sarjito mengatakan, salah satu tersangka di Gampong Seuneubok Peusangan, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur, Sabtu (21/4/2018) dinihari, sekira pukul 01.00 WIB.

"Seorang tersangja diamankan berinisial JI (23), warga Gampong Seuneubok Peusangan, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur, sementara seorang tersangka lain yang diduga sebagai eksekutor penembakan di Aceh Utara melarikan diri," ujarnya saat dikonfirmasi.

Dari penangkapan itu, diamankan barang bukti berupa sebuah alat isap sabu, sebuah kaca pirek dan sebuah korek api serta satu paket sabu seberat 0,37 gram. Polisi kemudian melakukan pengembangan ke rumah orang tua tersangka yang diduga melakukan penembakan di Aceh Utara beberapa waktu lalu.

"Di rumah orang tua tersangka penembakan di Aceh Utara, ditemukan sepucuk senpi laras panjang jenis AK-56 dengan 2 magazennya dan 66 butir amunisi aktif. Kemudian diamankan 7 paket besar dan 5 paket kecil sabu dengan total berat 604 gram," jelas Direktur.

Penangkapan ini dilakukan berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan polisi, yang mana tersangka kasus penembakan di Aceh Utara beberapa waktu lalu diketahui melarikan diri ke arah Aceh Timur.

"Dari situlah tim gabungan melakukan pengejaran. Sementara, eksekutor penembakan di Aceh Utara berhasil kabur menggunakan sepeda motor dan hingga kini masih dalam pengejaran, hanya diamankan senjata dan paket sabu di rumah orang tua tersangka," ungkapnya.

Saat ini, tersangka yang ditangkap diamankan bersama barang bukti untuk proses lebih lanjut. Sementara, tim masih mengejar tersangka lain yang diduga selaku eksekutor penembakan di Aceh Utara. Hingga kini, kasus ini masih dikembangkan.

Penulis:hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...