BNNP Aceh Musnahkan 5 Ha Ladang Ganja di Aceh Besar

pemusnahan ladang ganja seluas ± 5 Ha di Desa Piyeung, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar.

ACEH BESAR, ACEHPORTAL.COM - Direktorat Narkotika Deputi Bidang Pemberantasan BNN dan BNNP Aceh beserta instansi terkait kembali melakukan pemusnahan ladang ganja seluas ± 5 Ha di Desa Piyeung, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar. Selasa (17/4/2018).

Kepala BNNP Aceh Brigjen Pol. Drs. Faisal AN, mengatakan penemuan ladang ganja dengan total luas ± 5 Ha, pertama kali ditemukan melalui satelit oleh LAPAN di titik koordinat 5.480099°, 95.499560° dengan ketinggian sekitar ± 220 MDPL yang kemudian ditindaklanjuti oleh petugas BNN melalui proses penyelidikan.

"Dari hasil penyelidikan tim pada beberapa hari sebelumnya di Desa Piyeung, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar. Didapati ladang ganja yang siap panen dengan tinggi sekitar 2,8 meter – 3,4 meter, dengan tingkat kerapatan tanaman sekitar ± 3 batang per meter persegi dan kepadatan tanaman ± 80% - 85% dari total luas ladang". sambung Kasubdit Narkotika Alami, Kombes Pol. Anggoro Sukartono yang ikut mendampingi BNNP Aceh Brigjen Pol. Drs. Faisal AN.

Katanya lagi, total jumlah tanaman yang siap panen adalah sekitar ± 200.000 batang ganja. Jarak tempuh untuk mencapai lokasi kegiatan pemusnahan ladang ganja seluas ± 5 Ha yang berlokasi di Desa Piyeung, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar membutuhkan waktu sekitar ± 2 jam melalui Kota Banda Aceh.

Terkait penemuan ladang ganja tersebut meruakan pertama kalinya di Tahun 2018 ini. Kepala BNNP Aceh Brigjen Faisal AN, saat press release berpesan, agar seluruh masyarakat Aceh, khususnya masyarakat Aceh Besar untuk tidak lagi menanam tanaman ganja, karena ganja dengan kandungan zat THC (Tetra Hydro Cannabinol) di dalamnya ini merupakan tanaman yang dilarang, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Oleh karena itu, bagi siapa saja yang masih menanamnya maka akan dipidana sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...