Kepala DKPP Lhokseumawe Diperiksa, Namun Tak Ditahan

Ilustrasi

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Penyidik Sat Reskrim Polres Lhokseumawe sudah melakukan pemeriksaan terhadap tersangka kasus korupsi bantuan ternak senilai Rp 14,5 miliar dari APBK Lhokseumawe tahun anggaran 2014, yakni RZ, selaku Kepala DKPP Lhokseumawe.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kasat Reskrim, AKP Budi Nasuha Waruwu mengatakan, RZ diperiksa sebagai tersangka dan disuguhkan dengan 90 pertanyaan yang menghabiskan waktu selama tujuh jam.

"Setelah diperiksa, tersangka tidak kita tahan karena selama diperiksa sebagai saksi dan saat menjadi tersangka, yang bersangkutan kooperatif. Selain itu, ada jaminan dan surat permohonan agar tidak ditahan dari orang tuanya, namun kita kenakan wajib lapor Senin Kamis," ujarnya saat dikonfirmasi Rabu (11/4/2018).

Saat ditanya lebih lanjut, Kasat Reskrim juga mengatakan, pihaknya hingga saat ini masih mendalami kasus tersebut. "Ini masih kita dalami, masih dikembangkan apa ada tersangka lainnya dan kita akan persiapkan pemberkasannya untuk diserahkan ke jaksa," tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, polisi menetapkan Kepala DKPP Lhokseumawe, RZ sebagai tersangka kasus korupsi bantuan ternak senilai Rp 14,5 miliar. Ia ditetapkan sebagai tersangka setelah dilakukan penyelelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi.

Akibatnya, negara mengalami kerugian sebesar Rp 8 miliar. Ini berdasarkan hasil audit dan pemeriksaan yang dilakukan BPKP Perwakilan Aceh. Setelah memeriksa saksi penerima bantuan, polisi juga menetapkan dua tersangka lain yakni Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), IM dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Dinas terkait, DH.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...