Ini Penjelasan Kapolresta Terkait Kasus Prostitusi Online

Polisi amankan sejumlah muda mudi yang diduga terlibat prostitusi online

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Enam mahasiswi yang terlibat dalam kasus prostitusi online yang diungkap Sat Reskrim Polresta Banda Aceh beberapa waktu lalu, dikembalikan ke pihak keluarga dan dikenakan wajib melapor.

Hal ini dikatakan Kapolresta Banda Aceh, AKBP Trisno Riyanto didampingi Kasat Reskrim, AKP M Taufiq dan sejumlah pejabat lainnya saat ditemui di Mapolresta, Selasa (10/4/2018).

Banyak pihak yang juga menyayangkan hal ini dan dan sempat mempertanyakan serta berargumen terkeaan polisi seolah membiarkan dan membebaskan para perempuan yang diduga melanggar syariat Islam.

Kapolresta mengatakan, keenam perempuan yang dikembalikan ke pihak keluarga itu bukanlah pelaku prostitusi. Keenam perempuan itu diamankan saat dilakukan pengembangan setelah polisi menangkap mucikari, yakni MRS.

"Tim melakukan penyamaran sehingga menangkap mucikari dan melakukan pemeriksaan. Ditemukan wajah baru (enam perempuan itu yang diduga PSK), sehingga dari pengakuan MRS mereka kita panggil kemari," ujarnya.

Yang bersangkutan tidak mengakui bahwa telah melakukan perzinaan atau menjadi wanita malam, sehingga mereka tidak bisa ditangkap dan tidak bisa ditetapkan sebagai pelaku. Mereka hanya dibina seusai dimintai keterangan.

"Bagaimana kita jerat mereka? Mereka tidak mengakui melakukan perzinaan, dimana dan kapan melakukan itu? Jadi tidak bisa kita tangkap dan mereka bukan pelaku, hanya kita lakukan pembinaan," katanya.

Sementara MRS dan seorang wanita yang ditangkap bersamanya yang diduga PSK, keduanya mempunyai unsur melanggar hukum karena melakukan transaksi tindak prostitusi dan hingga saat ini masih ditahan di Mapolresta Banda Aceh.

"Tugas kita melakukan secara preventif dan represif. Represif kita lakukan karena dia terbukti melanggar dan kita bisa, sehingga jangan sampai melakukan tindak pidana. Hingga saat ini, keenam perempuan itu masih dikenakan wajib lapor," jelasnya.

Kapolresta mengaku, pihaknya masih melakukan proses lanjut atas kasus ini dan hampir selesai, hingga akhirnya nanti berkas perkara diserahkan ke kejaksaan untuk disidangkan.

"Mucikari dan satu wanita yang diamankan disangkakan melanggar Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat. Saya tegaskan, yang terbukti melanggar pasti kita tindak, jadi tidak benar kalau kita lepas mereka," tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sat Reskrim Polresta Banda Aceh mengungkap kasus prostitusi online di salah satu hotel berbintang di kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar beberapa waktu lalu.

Polisi menangkap seorang mucikari beserta seorang wanita yang diduga sebagai PSK. Saat dikembangkan, mereka juga mengamankan enam wanita lainnya yang diduga PSK.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...