Cabuli Dua Bocah Kakak-Beradik, Pemuda asal Padang Lawas Ini Ditangkap

IMG-20180410-WA0031

BANDA ACEH,  ACEHPORTAL.COM - Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polresta Banda Aceh menangkap seorang pelaku pencabulan terhadap anak di bawah umur di kawasan Gampong Tibang, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh.

Kapolresta Banda Aceh, AKBP Trisno Riyanto didampingi Kasat Reskrim, AKP M Taufiq mengatakan, tersangka berinisial RC (23), Montir, warga setempat asal Padang Lawas. Pelaku mencabuli korban pada bulan Maret lalu di rumahnya.

"Korban yang dicabuli kakak beradik berinisial DK (9) dan DA (7), pelaku merupakan orang terdekat korban," ujarnya saat ditemui di Mapolresta Banda Aceh, Selasa (10/4/2018).

Kapolresta menjelaskan, kejadian pertama berawal saat DK tengah tertidur di kamarnya. Pelaku kemudian masuk dan langsung melucuti celana korban. Korban yang terbangun pun berusaha melarang perbuatan pelaku, namun tak dihiraukan.

"Pelaku melakukan perbuatan bejatnya dengan mencium dan memasukkan jari ke kemaluan korban, selesai itu pelaku keluar kamar," kata AKBP Trisno Riyanto.

Beberapa hari setelahnya, pelaku kembali melakukan hal yang sama terhadap DK yang saat itu tengah menonton televisi. DK ditarik paksa saat menonton ke dalam kamar dan perbuatan hina itu pun kembali dilakukan.

"Yang ketiga kalinya juga dilakukan pelaku terhadap korban, saat korban tengah berada di dapur," katanya lagi.

Hal yang sama juga terjadi terhadap DA yang merupakan adik DK. Saat itu, korban baru selesai mandi. Pelaku datang dan mengeringkan badan korban menggunakan handuk. Saat itu, pelaku memasukkan jarinya ke dalam kemaluan korban sembari bermasturbasi.

"Terhadap DA pelaku juga lakukan ini sebanyak tiga kali, hingga akhirnya kedua Korban menceritakan ini ke orang tuanya yang kemudian orang tua melapor ke kita dan ditindaklanjuti," ungkapnya.

Polisi akhirnya menangkap RC saat tengah bekerja di bengkelnya kemarin. Saat ini, pelaku masih diamankan di Mapolresta Banda Aceh untuk menjalani proses lebih lanjut.

"Pelaku masih diperiksa, diamankan selembar handuk sebagai barang bukti. Ia dijerat dengan  Pasal 82 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 3 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun," jelas Kapolresta.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...