Cerita Lucu Dirjen Hubla Tonny Budiono Saat Ditangkap KPK…

Mantan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Antonius Tonny Budiono bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (18/12/2017).(KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN)

JAKARTA, — Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Hubla) Antonius Tonny Budiono menjalani sidang pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (4/4/2018).

Dalam persidangan, Tonny menceritakan awal mula ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan yang berlangsung pada 23 Agustus 2017 hingga 24 Agustus 2017.

KPK menangkap Tonny di kediamannya, Mes Perwira Dirjen Hubla, Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat. Berikut cerita Tonny saat ditangkap KPK. Sudah ada firasat Kepada majelis hakim, Tonny mengaku mendapat firasat buruk sebelum dia ditangkap petugas KPK.

Tonny melihat ada sesosok perempuan yang mencurigakan. Menurut Tonny, pada pagi hari sebelum ditangkap, ia melihat ada seorang perempuan yang turun dari mobil Mitsubishi hitam di depan Mes Perwira Dirjen Hubla.

Saat itu, menurut Tonny, ia melihat perempuan itu menuju tangga dan naik ke lantai atas mes. Namun, tak lama perempuan itu turun lagi. "Ternyata itu orang KPK, Yang Mulia," ujar Tonny kepada majelis hakim.

Dengar suara perempuan Menurut Tonny, pada malam hari sekitar pukul 23.00, ia mengetahui ada beberapa orang yang berada di depan kamarnya. Saat itu, Tonny sudah beranjak ke tempat tidur untuk beristirahat.

Awalnya, petugas KPK beberapa kali mengetuk pintu kamar Tonny. Namun, tidak ada respons dari dalam kamar. Tonny mengaku enggan membukakan pintu kamar. Petugas KPK kemudian diberi tahu oleh salah satu petugas yang berjaga di Mes Perwira bahwa Tonny sedang tidak berada di dalam kamar.

Namun, para petugas KPK tidak langsung percaya. Mereka meyakini Tonny berada di dalam kamar karena pendingin ruangan pada saat itu dalam keadaan menyala.

Meski demikian, petugas KPK tidak kehabisan akal. Mereka meminta salah satu petugas perempuan yang ikut dalam operasi tangkap tangan mengetuk pintu kamar dan memanggil nama Tonny. Mendengar suara perempuan, Tonny langsung bangkit dari tempat tidurnya dan membukakan pintu.

Tonny mengakui bahwa keinginannya membukakan pintu karena tertarik mendengar suara perempuan. "Pak Yadyn (jaksa KPK) memang pintar, menyuruh petugas perempuan yang mengetuk pintu. Pak Yadyn awalnya sudah ketuk-ketuk, tetapi saya enggak bangun," kata Tonny sambil tertawa.

Tonny bersikap kooperatif saat ditemui petugas KPK. Selanjutnya, pada malam itu Tonny langsung dibawa ke gedung KPK dan menjalani pemeriksaan intensif.

KOMPAS.com

Sumber:Kompas.com
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...