BNN dan Tim Gabungan Ungkap Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, 2 Tewas Ditembak

BNN press rilis hasil pengungkapan sabu di Aceh

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM -  Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) mengungkap peredaran sabu jaringan Malaysia-Indonesia. Pengungkapan dilakukan Satgas Operasi Gabungan yang melibatkan BNN RI, BNNP Sumatera Utara dan Aceh, Polda Sumatera Utara dan Aceh, Polrestabes Medan dan Polres Langkat serta Bea Cukai Sumatera Utara.

Menurut informasi yang dihimpun dari Humas BNNP Aceh, pengungkapan kasus ini berkat peran serta aktif masyarakat yang turut memberikan informasi kepada BNN tentang danya tindak kejahatan Narkoba di sejumlah lokasi.

"Dari hasil analisa penyelundupan narkoba selama ini, Medan dan Aceh merupakan salah satu titik masuk narkoba, antara lain melalui bandara, pelabuhan dan perbatasan dengan provinsi lainnya," ujar Deputi Pemberantasan BNN RI, Irjen Pol. Arman Depari. Senin (2/4/2018).

Ia mengungpakan, BNN saat telah meningkatkan pengawasan melalui kegiatan interdiksi bandara, interdiksi pelabuhan dan interdiksi lintas batas.

"Operasi gabungan kali ini mengamankan 7 orang tersangka, Khaerun Amri (27), Andy Syahputra (19), Rendy Prayoga (26), Mukhlis (31), Zulkifli alias Dun (40), Rizal Sahputra (26), Denni Saputra (27) serta 44,7 kilogram sabu dan 58 ribu butir ekstasi dari 7 lokasi berbeda. Sementara, 2 tersangka lain yakni Mokhtar Nusalelu (46) dan Murtala (33), tewas ditembak karena mencoba kabur dari kejaran petugas," ungkapnya.

Dijelaskannya, di lokasi pertama petugas mengamankan Khaerun Amri asal di Jalan Raya Tanjung Pura Kilometer 51-52, Kelurahan Kebun Lada, Kecamatan Hinai, Langkat, Sumatera Utara atas kepemilikan barang bukti dua bungkus sabu seberat 1.077,8 gram, Rabu (28/3/2018) sore sekira pukul 16.00 WIB.

"Setelah dilakukan pengembangan pada hari yang sama sekira pukul 20.00 WIB, petugas menemukan 15 kilogram sabu dan 58 ribu butir ekstasi di Perumahan Taman Anggrek Nomor 8 yang berada di Jalan Flamboyan Raya Tanjung Selamat, Medan, Sumut," katanya.

Di lokasi kedua, dua tersangka asal Medan yakni Andy Syahputra (19) dan Rendy Prayoga (26) ditangkap petugas, Kamis (29/3/2018) sekira pukul 05.30 WIB di Jalan Tengku Amir

Hamzah Kilometer 29 Lingkungan V Kelurahan Jati Utomo, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai, Sumatera Utara dengan barang bukti sabu seberat 20.619 gram (20,619 kilogram).

"Lokais ketiga di hari yang sama tidak jauh dari lokasi kedua, sekitar pukul 21.00 WIB tersangka Mukhkis (31) warga Aceh ditangkap di Jalan Tengku Amir Hamzah Kilometer 32, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai. Dari tersangka diamankan barang bukti 1 unit mobil SUV dan 5 unit telepon seluler berbagai merek," kata Irjen Pol. Arman Depari.

Selain itu, di lokasi keempat sekira pukul 23.40 WIB, Kamis (29/3/2018) petugas kembali menangkap tersangka Zulkifli alias Dun (40) asal Aceh, di Jembatan Kembar Kampung Lalang, Kecamatan Medan Sunggal, Deli Serdang, Sumatera Utara. Barang Bukti yang disita berupa sebuah KTP asli dan satu unit telepon seluler.

Di lokasi kelima, sambungnya, berdasarkan hasil koordinasi dari petugas gabungan di Medan, tim BNNP Aceh mengamankan dua yakni pelaku Murtala (33) dan Rizal Sahputra (26) sekitar pukul 16.40 WIB, di Jalan Rama Setia, Merduati-Lampaseh Kota, Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh.

Tim BNNP Aceh selanjutnya melakukan pengembangan ke Lhokseumawe. Saat di perjalanan tepatnya di kawasan Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Murtala melawan dan melarikan diri dengan membuka pintu mobil. Petugas akhirnya melakukan tindakan tegas terukur terhadap tersangka yakni dilumpuhkan dengan tembakan. Murtala pun tewas dalam perjalanan menuju ke rumah sakit.

"Di Lokais keenam, tim gabungan menangkap Denni Saputra (27) yang juga merupakan anggota sindikat di dalam rumah yang berada di Dusun Melati, Gampong Biara Barat, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, Sabtu (31/3/2018) sekira pukul 03.00 WIB. Dari tersangka, tim mengamankan 7 kilogram sabu," jelasnya.

Kemudian di lokasi ketujuh, setelah dilakukan investigasi mendalam, petugas gabungan mengamankan tersangka Mokhtar Nusalelu (46) di Jalan Medan-Binjai atas kepemilikan satu kilogram sabu di kamar mandi rumah tersangka.

Setelah dilakukan pengembangan untuk menemukan tersangka lain, petugas mengambil tindakan tegas dan terukur dengan menembak tersangka karena melarikan diri dari petugas. Nyawa tersangka pun tak tertolong dalam perjalanan menuju ke rumah sakit.

"Seluruh tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1), Pasal 113 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1), Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU Narkotika Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman maksimal hukuman mati atau pidana penjara seumur hidup. Dengan pengungkapan sabu seberat 44,7 kilogram dan esktasi 58 ribu ini, BNN menyelamatkan lebih dari 281 ribu anak bangsa dari penyalahgunaan narkoba," tambahnya.

Penulis:Hafiz/rilis
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...