KPPA Aceh Minta Pemerintah Evaluasi Kasus Pelecehan Seksual

ilustrasi

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM – Sat Reskrim Polres Abdya  mengamankan seorang tersangka pencabulan belasan anak di bawah umur berinisial MA, yang merupakan Sekdes di salah satu gampong di Abdya yang merangkap sebagai guru mengaji, Selasa (30/1/2018).

Tersangka mencabuli belasan anak yang masih duduk di bangku SMP dan ditangkap setelah hal itu diketahui para guru yang melapor ke pihak Satpol PP dan Polres Abdya. Saat ini, MA masih diperiksa secara intensif oleh penyidik Sat Reskrim Polres Abdya.

Salah satu Komisioner Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak (KPPA) Aceh, Firdaus D Nyak Idin mengaku sudah mendapatkan informasi tersebut. Dirinya menyesalkan seorang guru mengaji yang seharusnya menjadi garda utama penyelamat generasi bangsa, malah menjadi perusak.

"Kami berharap Dinas Syariat Islam yang bekerjasama dengan MPU bisa melakukan evaluasi bersama dan mendalam atas kasus ini, terutama karena pelaku adalah guru ngaji. Bila perlu lakukan evaluasi kepada seluruh guru mengaji di seluruh Aceh," ujarnya saat dikonfirmasi melalui telepon seluler.

BACA JUGA: Cabuli Belasan Anak, Guru Ngaji Merangkap Sekdes di Abdya Ini Ditangkap Polisi

Firdaus menjelaskan, KPPA Aceh akan melakukan advokasi kebijakan, terutama mendorong pihak terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Terutama, memperbaiki sistem rekrutmen guru mengaji.

"Kalau pelaku bukan guru ngaji formal, evaluasi juga harus dilakukan kepada semua guru ngaji formal maupun informal," katanya.

Dalam hal penanganan korban, pihaknya mendorong pemerintah untuk melakukan upaya khusus, karena peristiwa ini jelas membawa trauma berat pada anak-anak, yang mana berisiko si anak juga bisa menjadi pelaku aksi bejat tersebut.

"Pemerintah harus melakukan upaya khusus dan serius, dengan mengundang para psikolog dan ahli psikososial. Ada beberapa lintas sektor terkait penanganan dan rehabilitasi ygyang punya kewenangan, yakni Dinas Sosial dan

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Taqwaddin Husein mengatakan, dirinya prihatin atas dekadensi moral yang ternyata dialami oleh guru mengaji.

"Jika guru ngaji saja moralnya bisa bobrok seperti itu di Aceh, tentu ini merupakan cermin buruk masyarakat kita. Sangat memalukan dan kontra produktif dengan upaya penerapan Syariat Islam," tegasnya.

Menurutnya, para orang tua harus menjaga anaknya dengan lebih sesama. Jangan sampai masa depan anak rusak akibat perbuatan tak senonoh yang dialaminya pada masa kecil. Korban pelecehan seksual, katanya, akan mengalami trauma psikologis yang mempengaruhi kehidupannya dimasa depan. Oleh karena itu, pengawasan terhadap anak harus dilakukan secara optimal dan seksama.

"Sebetulnya, selain orang tua, guru dan terlebih lagi guru ngaji adalah figur pelindung dan pengayom anak guna mengupayakan mencerdaskan anak, bukan untuk mencabulinya. Guru ngaji yang seharusnya melindungi tetapi ternyata mencabuli menurut saya layak diberi hukuman berat," jelasnya.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...