Empat ABK Jadi Tersangka, Nahkoda Terancam Tak Dideportasi

penyerahan ABK kapal nelayan asing kepada Pangkalan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Lampulo/Hafiz

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Kapal Pengawas Perikanan, KP HIU 12 yang dinahkodai Kapten Novril Sagiang menyerahkan kapal asing berbendera Malaysia yang mereka tangkap di perairan Selat Malaka beberapa waktu lalu kepada Pangkalan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Lampulo, Banda Aceh, Senin (29/1/2018).

Kepala Pangkalan PSDKP Lampulo Aceh, Basri mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti proses hukum kapal asing tersebut.

Namun, terlebih dahulu meminta petunjuk dari Satgas Pemberantasan Penangkapan Ikan Secara Ilegal (Satgas 115) Kementerian Kelautan dan Perikanan yang berada di Jakarta.

’’Kapal ini akan kita proses, tapi kita akan minta petunjuk dulu kepada Satgas 115 di Jakarta, apakah kapal ini nanti akan dimusnahkan penyidik penyidik atau melalui pengadilan. Ada kemungkinan kapal asing tersebut langsung dimusnahkan di tangan penyidik," ujarnya.

Menurut Basri, hal itu terjadi ketika Satgas 115 meminta kapal asing itu langsung dimusnahkan dengan alasan yang mendesak, misalkan seperti kapal itu cepat rusak.

’’Bila mana nanti ada hal lain dalam keadaan darurat, bisa saja kapal ini dimusnahkan di tangan penyidik, misalnya kapal kan akan cepat rusak. Tapi setelah ini kita akan minta petunjuk dulu ke Satgas. Dan juga jika dimusnahkan di tangan penyidik, kita juga harus minta persetujuan ke pengadilan,’’ jelasnya.

Basri menyebutkan, dalam kurun waktu 2017 hingga sekarang pihaknya telah menangkap kapal asing yang mencuri ikan di perairan Indonesia sebanyak 10 unit kapal dan yang ditangkap oleh KP HIU 12 berjumlah 4 kapal, 2 diproses di Banda Aceh dan 2 diserahkan ke stasiun Belawan.

’’Belum lagi yang diproses di Langsa, tahun lalu ada 5 kapal asing dan tahun ini ada 2. Jadi sudah lebih 10 yang ditangkap. Semua kapal itu ada yang masih dalam proses hukum, ada juga yang sudah keluar putusan pengadilan tetapi belum dieksekusi. Di Langsa ada yang putusannya disita negara ada juga yang dimusnahkan,’’ ungkapnya.

Kini 4 orang ABK, dimana satu diantaranya yang merupakan nahkoda sudah menjadi tersangka. Pihaknya akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu terhadap 4 ABK tersebut.

Ia mengatakan, ada kemungkinan 3 ABK itu dideportasi ke negara asalnya yakni Myanmar, sementara nahkodanya akan diproses hukum di Indonesia.

’’Tapi yang nahkodanya biasanya akan kita proses hukum disini, dia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kita masih mendalami apa ada modus-modus lain. Ini strategi mereka menjadikan yang tua bukan nahkoda tetapi yang umur muda jadi nahkoda,’’ sambungnya.

Sementara, Kapten Novril mengatakan, dari posisi penangkapan tersebut pengakuan para tersangka mereka hendak kembali ke Malaysia. Tetapi ketika terjadi penangkapan, petugas melihat para tersangka sedang menangkap ikan di perairan Indonesia.

’’Karena di wilayah Selatan Malaka ini sangat dekat perbatasan dengan tetangga kita,’’ ujarnya. Pada penangkapan itu, petugas berhasil menyita sekira 200 kilogram ikan yang sudah ditangkap," tambahnya.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...