Satu Kapal Bermuatan Bawang Ilegal Asal Thailand Ditangkap

Bawang ilegal di Aceh Utara

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Sebuah kapal bernama KM Radjo Langit GT 15 diamankan atas dugaan penyelundupan bawang merah ilegal, di kawasan TPI Teupin Kuyun, Kuala Jambo Aye, kawasan Gampong Teupin Kuyun, Kecamatan Seuneudon, Aceh Utara, Jumat (26/1/2018) kemarin sekira pukul 23.30 WIB.

Kapolda Aceh, Irjen Pol Rio S Djambak melalui Kabid Humas, Kombes Pol Misbahul Munawar mengatakan, selain kapal beserta muatannya, pihaknya juga mengamankan dua orang tersangka.

"Keduanya yakni SW (30), Wiraswasta, warga Dusun Payah Sadek, Gampong Teluk Keupayang, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang selaku ABK kapal dan MY (35), Nelayan, warga Gampong Teupin Kuyun, Kecamatan Seuneudeun, Aceh Utara selaku penjaga kapal," ujarnya saat dikonfirmasi (27/1/2018).

Dalam penangkapan tersebut, Subdit I/Indagsi Dit Reskrimsus Polda Aceh yang dipimpin lamgsung AKP Erwin Wilogo menyita barang bukti berupa satu unit kapal bernama KM Radjo Langit GT 15 dan 10 ton bawang merah yang diduga berasal dari Thailand serta sebuah bendera Thailand.

"Penangkapan berawal dari tim yang memperoleh informasi bahwa ada sebuah kapal yang mengangkut bawang merah impor ilegal ke dalam wilayah NKRI, tepatnya ke wilayah Aceh," jelas Kabid Humas.

Atas informasi itulah, tim melakukan penyelidikan lebih lanjut dan menangkap kapal Bermuatan bawang ilegal tersebut di kawasan Aceh Utara.

"Kapal pengangkut bawang itu kini diamankan di Polair Lhokseumawe, sementara pelaku dan barang bukti akan diamankan ke Mapolda Aceh untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Saat ini tim masih dalam perjalanan membawa kedua tersangka dan barang bukti ke Mapolda Aceh," ungkapnya.

Kombes Pol Misbahul Munawar menambahkan, kedua tersangka diduga melanggar Pasal 31 jo Pasal 5 Undang-Undang RI Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan.

"Kasus ini masih dalam penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut," tambah Kabid Humas.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...