Terkait Pelecehan Seksual Kakek dan Balita di Abdya, Ini Kata Polisi

Kasat Reskrim Polres Abdya Iptu Zulfitriadi

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Kapolres Abdya AKBP Andy Hermawan melalui Kasat Reskrim, Iptu Zulfitriadi mengatakan, AS alias Yahwa (72), pelaku pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur yang terjadi di Kecamatan Babahrot, Abdya, Sabtu (20/1/2018) lalu tetap akan diproses dengan Qanun jinayat.

"Tetap diproses dengan qanun jinayah karena sesuai aturan Perda kita," ujarnya saat ditemui di salah satu warung kopi di Banda Aceh, Kamis (25/1/2018) tadi malam.

Dijelaskannya, proses hukum yang dilakukan dengan jeratan qanun jinayat mengingat Aceh merupakan daerah khusus yang memang mempunyai Qanun jinayat dan kemungkinan pelaku akan diberi hukuman cambuk sebanyak 90 kali.

Baca Juga: Kakek Lakukan Pelecehan Seksual Kepada Anak Di Bawah Umur

"Aceh adalah daerah khusus dan memiliki qanun jinayat, pelaku terancam 90 kali cambuk. Sebenarnya sama saja, pemahaman kita terhadap jeratan hukum itu harus kita dalami. Satu kali cambuk sama dengan sebulan kurungan penjara. Kasus ini masih dalam penyidikan, pelaku sudah diamankan yang mana dititipkan di Lapas Abdya," ungkapnya.

Jika nantinya melihat kondisi pelaku tidak memungkinkan untuk dicambuk maka yang bersangkutan juga akan dipenjara sesuai dengan jumlah ancaman 90 kali cambuk yakni sama dengan 90 bulan yang artinya pelaku dihukum penjara sekitar lebih dari 3 tahun.

"Hukum cambuk kalau dipotong masa tahanan 1 kali dalam satu bulan, jika 90 kali cambuk maka ditahan 90 bulan juga, itu lebih dari 3 tahun," ungkap Zulfitriadi.

Menurut pengakuan tersangka sendiri saat diperiksa penyidik, dirinya mengakui perbuatannya terhadap anak tersebut dan bahkan sudah beberapa kali melakukannya.

Serta dari hasil visum juga ditemukan ada luka sobek pada alat vital korban.

"Dari hasil visum memang ada luka ribet. Si pelaku mengaku bahwa perbuatan itu dilakukan sebanyak 5 kali, tetapi yang terakhir ini baru sangat bejat, empat kali sebelumnya menurutnya belum kelewat batas.

Menurut pengakuan keluarga juga ada bekas sperma di baju korban yang kemudian dicuci oleh ibu korban di sungai saat itu," ungkap Kasat.

Saat ditanya mengenai pelaku adanya gangguan atau kelainan terhadap dirinya, Iptu Zulfitriadi mengaku bahwa pelaku dalam keadaan baik dan normal.

"Untuk sejauh ini pelaku normal, tidak ada gangguan. Dia mengaku hanya khilaf. Pelaku tinggal sendirian di rumahnya, meski keluarganya berada di samping rumah.  Untuk korban sendiri diketahui kondisinya baik, tetapi trauma sudah pasti," tambahnya.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...