Dua Makam Ulama Aceh di Malaysia Hilang

Bekas makam ulama Aceh di Malaysia/ist

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Ketua Peubeudoh Sejarah Adat dan Budaya Aceh (Peusaba), Mawardi Usman meungkapkan, dua makam Ulama Aceh yang berada di Kuala Lumpur, Malaysia, lenyap tertimbun bangunan. "Bagi Peusaba dan dunia melayu ini adalah kehilangan besar, apalagi makam sudah ditimbun untuk membuat bangunan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, makam dua ulama Aceh yang telah hilang itu adalah makam Syeikh Abu Bakar dan Syeikh Sayed Mukmin Mukhtar Ali.

"Kompleks yang lenyap itu adalah makam dua ulama Aceh yang mengajarkan Islam ratusan tahun lalu di Kuala Lumpur yang dikenal dengan nama makam keramat pinang tunggal,” jelasnya.

Ditegaskannya, hilangnya makam ulama tersebut menjadi bukti kurang dipedulikannya sejarah kaum ulama dan hukama di Negeri Melayu. "Ini mengejutkan, sebab Malaysia terkenal menjaga situs dengan baik,” kata Mawardi.

Dirinya meminta kepada orang-orang di Malaysia agar serius melindungi situs kuno peradaban Islam di seluruh kawasan Negeri Jiran.

" Sebab setiap sejarah Islam di Asia Tenggara saling terkoneksi dengan baik pada masa lalu. Islam dikembangkan dengan persaudaraan atas Islam yang Rahmatal Lil Alamin,” ungkapnya.

*Hikmah dan Pecinta Sejarah Malaysia dalam Lindungi Situs Sejarah Dunia Islam.
Mawardi Usman juga mengatakan, laporan awal tentang dua makam ulama aceh di Malaysia yang hilang telah direspon cepat oleh semua pihak.

"Karena itu, Peusaba sangat senang dan berterima kasih atas kepedulian ini," ujarnya dalam rilis yang dikirimkan Jumat (26/1/2018) sore.

Dalam penyelidikan yang dilakukan langsung oleh Tim DMDI dan Hikmah, diketahui bahwa nisan itu adalah milik Engku Klang yang merupakan seorang penguasa wilayah di kawasan sana ratusan tahun yang lampau.

"Juga informasi yang benar adalah Makam ditimbun hendak ditinggikan sebab banjir sering menggenangi Makam dua Tokoh besar tersebut," ungkapnya.

Mungkin, lanjutnya, kedepan dalam setiap kegiatan perlu diberitahukan terlebih dahulu pada komunitas sejarah Malaysia dan perlu dibuat pamflet sehingga orang tidak salah sangka.

"Peusaba juga menginginkan diadakan penelitian lanjutan siapa sebenarnya kedua tokoh penting berbatu Nisan Aceh yang sudah berusia ratusan tahun lalu," katanya lagi.

Menurutnya, perlu diadakan seminar dan membuka Khazanah lama untuk melihat kembali peran penting pembesar Di Pinang Tunggal.

"Pembesar masa lalu juga tidak menutup kemungkinan adalah para ulama sebab masa lalu dunia melayu seorang diangkat jadi pembesar apalagi raja Wilayah tentu seorang alim ilmu dunia dan akhirat," tambahnya.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...