Titik Nadir Perjalanan Zidane Bersama Real Madrid

Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, mengangkat trofi usai memastikan diri sebagai juara Liga Champion dengan mengalahkan Juventus di Stadion Millennium, Cardiff, Sabtu (3/06/2017). Real Madrid menang 4-1. (AFP/ Filippo Monteforte)

Jakarta - Nasib buruk terus menyertai klub raksasa Liga Spanyol, Real Madrid. Setelah terpuruk di La Liga, Los Blancos - sebutan lain Real Madrid, kini sudah kehilangan harapan untuk merengkuh gelar juara di ajang Copa del Rey.

Ironisnya lagi, juara Liga Champions musim lalu ini, disingkirkan Leganes di perempat final. Pada laga yang berlangsung di Santiago Bernabeu, Kamis (25/1/2018) dini hari WIB itu, Real Madrid takluk 1-2 dari Leganes. Padahal, mereka mengantongi keunggulan 2-1 pada leg pertama perempat final.

Kekalahan memalukan ini, tentu saja berdampak kemana-mana. Namun, sasaran utamanya tetap pada sosok pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane.

Nasib pelatih asal Prancis, ini bahkan kabarnya sudah berada di ujung tanduk. Apalagi, saat ini kontraknya hanya berlaku hingga akhir musim 2017/2018. Belum ada diskusi mengenai perpanjangan kontrak.

"Ini adalah kegagalan dan saya bertanggung jawab untuk itu. Saya sangat kecewa. Malam terburuk saya? Saya selalu bertanggung jawab atas apa yang saya lakukan dan inilah malam terburuk saya," tegas pelatih Real Madrid ini.

Titik Balik

Situasi ini jauh berbeda dengan yang dirasakan Zidane musim lalu. Mantan bintang Juventus ini sudah mengoleksi gelar ketujuh bersama Real Madrid.

Ini membuat legenda sepak bola Perancis tersebut sejajar dengan Vicente del Bosque sebagai pelatih tersukses di Santiago Bernabeu.

Setelah ditunjuk menjadi pelatih, Zidane sukses mengantarkan Los Blancos menjuarai Liga Champions. Kemudian dia mengantarkan Real Madrid menjuarai Piala Super Eropa dan Piala Dunia Antarklub, sebelum merengkuh gelar La Liga musim 2016-2017.

Menjelang dimulainya musim 2017-2018, Zidane kembali mendulang prestasi. Ia memberikan Madrid gelar trofi Piala Super Eropa usai mengalahkan Manchester United dan Piala Super Spanyol, berkat kemenangan atas Barcelona.

Prestasi yang mungkin susah terpecahkan adalah ketika Zidane menorehkan sejarah bersama Real Madrid. Mereka menjadi tim pertama yang sukses mempertahankan gelar Liga Champions.

Rapor Zidane

Rapor Zidane sebagai pelatih:

Real Madrid Castilla (25 Juni 2014-4 Januari 2016)

26 menang, 17 imbang, 14 kalah, 88 gol, 58 kebobolan, dari 57 laga

Real Madrid (4 Januari 2016-...)

87 menang, 23 imbang, 13 kalah, 322gol, 124 kebobolan, dari 123 laga

Ronaldo Ingin Hengkang?

Selain performa tim, hubungan klub dengan pemain juga sempat melanda Real Madrid. Belum lama ini, beredar kabar bintang mereka Cristiano Ronaldo ingin meninggalkan Real Madrid.

Bahkan, Ronaldo dilaporkan telah menginformasikan tentang keputusannya itu, kepada rekan setimnya.

Pemain Portugal tersebut, disebut-sebut kecewa dengan keputusan Presiden Real Madrid, Florentino Perez, yang tidak memberi kontrak baru dengan gaji besar.

Orang nomor satu di Real Madrid itu, awalnya menjanjikan Ronaldo kesepakatan baru setelah final Liga Champions di Cardiff pada Juni tahun lalu. Namun, pemain berusia 33 tahun itu belum menerima tawaran kontrak apa pun.

Sementara itu, Real Madrid dikabarkan sedang memikirkan kemungkinan pertukaran antara Neymar dan Ronaldo. Pemain asal Brasil itu, sudah lama menjadi target utama Merengues.

Komentar

Loading...