Kakek Lakukan Pelecehan Seksual Kepada Anak  Di Bawah Umur

IMG-20180125-WA0010

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Seorang bocah perempuan berinisial SK (5), warga Abdya menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh tetangganya yakni AS alias Yahwa (75), Sabtu (20/1/2018) lalu. Mirisnya, peristiwa tersebut terjadi sebanyak dua kali di rumah pelaku.

Orang tua korban, yakni Yusmiati (42) mengatakan, peristiwa itu berawal saat ia mencari anaknya yang tidak berada di rumah. Awalnya Yus mengira, anaknya sedang bersama dengan ayahnya.

"Karena dia tidak di rumah, akhirnya saya mencari SK ke rumah tetangga dan diketahui ada di rumah Yahwa saat saya memanggil anak saya," ujarnya didampingi abang korban, saat ditemui di Kantor PWI Aceh, Kamis (25/1/2018) siang.

Dalam kondisi pintu rumah terkunci, akhirnya si anak keluar setelah ibunya memanggil. Saat ditanya ibunya, korban mengaku bahwa dirinya diajak main ke rumah tersebut.

"Anak saya mengaku bahwa dia disuruh pegang kemaluan pelaku, yang kemudian diletakkan di kemaluan anak saya dan dimasukkan," kata Yus.

Mengetahui hal itu, ibu korban yang merasa hatinya hancur kemudian melaporkan hal itu kepada suami dan keluarganya. Meski nyaris terjadi bentrokan antara keluarga korban dan pelaku, akhirnya keluarga dengan kesabaran lebih melaporkan hal ini ke perangkat gampong setempat.

"Perangkat gampong mencoba menyelesaikan kasus ini dengan cara adat, yakni dengan membayar denda Rp Rp 5 juta dan pelaku tidak diperbolehkan pulang ke rumahnya selama tiga tahun. Akan tetapi, yang bersangkutan tidak menyanggupi hal itu dan kita melapor ke Polsek Babahrot," jelasnya.

Setelah dilaporkan ke polsek, korban bersama keluarga didampingi personel Polsek kemudian pergi ke RSU T Peukan Abdya untuk melakukan virus terhadap korban. Setelah hasilnya keluar, keluarga korban kemudian melaporkan hal ini ke Polres Abdya.

"Setelah dilaporkan dan dibuat BAP, terakhir diketahui bahwa yang bersangkutan hanya dijerat dengan hukum jinayat yakni cambuk,  tidak dengan hukum pidana," kata abang korban, Abdul Halif (32).

Pihak keluarga korban merasa tidak adil dan keberatan dengan hukuman yang diberikan kepada pelaku tersebut. Mereka berharap, pelaku juga diberikan hukuman kurungan sesuai undang-undang yang berlaku, terkait dengan Perlindungan Perempuan dan Anak.

"Pelaku sudah ditahan, kita berharap pelaku dihukum penjara, karena menurut kami hanya dengan hukum cambuk itu tidak cukup. Kita melaporkan kasus ini ke P2TP2A dan dilanjutkan melapor ke Polda Aceh, " tambah Abdul.

Sebelumnya, pelecehan seksual itu juga pernah terjadi untuk yang pertama kalinya pada bulan Juni 2017 lalu. Namun, hal itu tidak diperpanjang dan bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

"Anak saya kemarin mengeluh sakit saat buang air kecil, perih katanya," tambah Yus lagu yang merupakan ibu korban.

Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh konfirmasi lanjutan terkait kasus pelecehan seksual terhadap anak ini dari pihak kepolisian yang dalam hal ini adalah Polres Abdya.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...