Sat Lantas Polres Aceh Besar Bentuk Tim Dolphin

Tim Dolphin Sat Lantas Polres Aceh Besar

ACEH BESAR, ACEHPORTAL.COM -- Sat Lantas Polres Aceh Besar membentuk sebuah tim khusus yang diberi nama Dolphin, yang merupakan sebuah tim elit reaksi cepat. Dibentuknya tim ini sendiri berdasarkan UU Nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia, UU Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalulintas dan Angkutan Jalan, serta Surat Perintah Kapolres Aceh Besar up.Kasat Lantas Polres Aceh Besar No: sprint/163/I/2018

Kapolres Aceh Besar, AKBP Heru Suprihasto melalui Kasat Lantas, Iptu Sandi Titah Nugraha mengatakan, dibentuknya tim ini dilatarbelakangi karena Aceh Besar merupakan wilayah luas yang memiliki daerah pegunungan yang rentan dengan kecelakaan dan bencana alam. Malam menjelang pagi tepatnya dini hari, merupakan waktu dimana titik lelah para pengendara yang melintas memuncak sehingga rentan dengan kecelakaan.

"Disamping itu, juga pelanggaran lalulintas yang sifatnya fatal dan berpotensi mengakibatkan kecelakaan cenderung jarang tersentuh petugas kepolisian pada jam-jam tersebut. Tindak kriminal seperti pelemparan bus,  peredaran narkoba, penjambretan serta tindakan asusila dan bencana alam dapat terjadi sewaktu waktu dan membutuhkan kehadiran petugas," ujarnya Rabu (24/1/2018).

Menurut Sandi, tim Dolphin ini memiliki kualifikasi diatas rata-rata Polisi Lalulintas pada umumnya, dimana keanggotaannya hanya terdiri dari 4 personel dan memiliki kemampuan seperti beladiri aktif (Muaythai dan Jiu-Jitsu), menembak reaksi, reaksi cepat TPTKP dan pertolongan pertama korban kecelakaan lalu lintas.

"Selain itu, penyelamatan korban bencana alam (yang dibekali kemampuan Rafling and Diving), identifikasi kendaraan bermotor, penguasaan UU Kepolisian dan UU Lalulintas Angkutan Jalan, penindakan pelanggaran serta memiliki fisik kuat dan performa yang prima," katanya.

Ia menjelaskan, tim bermotor "SAVE, PROTECT, AND HUMANITY" ini dibentuk hanya bertujuan untuk sebatas menyelamatkan, melindungi masyarakat dan atas dasar kemanusiaan. Nama Dolphin yang berarti Lumba-Lumba sendiri diambil, dimana karakter Lumba-Lumba melambangkan hewan mamalia laut yang cepat, cerdas, lincah dan sempurna serta konon, diberbagai cerita rakyat Lumba-lumba sering menolong manusia yang dalam keadaan terancam.

"Nama "Dolphin" diambil dengan unsur humanis dan tidak ada unsur menyeramkan,  mengingat tupoksi polisi lalulintas yang humanis. Tim Dolphin langsung bertanggung jawab di bawah saya selaku Kasat Lantas, dimana mereka bergerak khusus pada malam hari dengan rute patroli dan waktu secara acak," jelasnya.

Sasaran dan kegiatan utama dari Tim Dolphin adalah memburu pelanggaran yang intensitas kecelakaan tinggi seperti overload (kelebihan muatan pada kendaraan), mobil membawa alat berat tanpa pengawalan dan membahayakan,  bus-bus malam hari yang melaju sangat cepat dan ugal-ugalan, mobil CPO sawit yang menumpahkan minyak di jalan raya, serta kendaraan pribadi yang ugal-ugalan.

"Kita juga mengidentifikasi dan mengamankan kendaraan bodong, mobil pengangkut kayu ilegal, balap liar, TPTKP laka mem-backup piket laka, pertolongan pertama korban laka,  menyelamatkan korban dan mengamankan lokasi bencana alam, mengamankan pelemparan bus, mengejar pelaku penjambretan, menggagalkan dan mengamankan pelaku transaksi narkotika di jalan raya serta menolong masyarakat yang kesusahan dan dalam keadaan bahaya di malam hari dan lainnya," ungkapnya.

Cara kerjanya adalah, sambung Kasat Lantas, Personel 1 bertugas untuk memeriksa kendaraan yang mencurigakan tindak kriminal dan berpotensi kecelakaan. Sementara Personel 2 mendampingi Personel 1 dan menggeledah.

"Personel 3 bekerja memantau dan melihat situasi sekitar pemeriksaan akan hal-hal yang mungkin akan timbul bahaya serta Personel 4 merekam segala aktifitas pemeriksaan sebagai dokumentasi bukti kegiatan berdasarkan SOP dan sebagai bukti bila terjadi hal hal yang tidak diinginkan," tambahnya.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Daerah

Komentar

Loading...