BKSDA Aceh Kembali Amankan Siamang

Siamang.(Ist)

Banda Aceh - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh kembali mengamankan satwa langka yang dipelihara oleh warga di kota Banda Aceh, Kamis (11/1/2018). Kali ini, pihaknya menyita satu individu siamang (Symphalangus syndactylus) yang dipelihara oleh seorang tokoh masyarakat di Gampong Kuta Alam, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh.

"Ketika didatangi 3 orang Polhut BKSDA Aceh dibantu 3 petugas kepolisian Polsek Kuta Alam, tokoh masyarakat yang tidak mau diungkap identitasnya ini agak berat menyerahkan siamang yang dia pelihara dari kecil," ujarnya kepala BKSDA Aceh, Sapto Aji Prabowo saat dikonfirmasi.

Namun setelah diberikan penjelasan siamang merupakan jenis yang dilindungi undang-undang dan hanya boleh dipelihara di Lembaga Konservasi yang memiliki izin menteri, yang bersangkutan akhirnya mau menandatangani berita acara yang disodorkan petugas.

"Siamang yang diamankan berjenis kelamin jantan berusia 4 Tahun. Selanjutnya dibawa ke kandang pemeliharaan BKSDA Aceh untuk diperiksa kesehatan serta dilakukan perawatan lanjutan sebelum nantinya dilepasliarkan ke habitatnya jika dinilai sudah layak," jelasnya.

Siamang yang merupakan jenis gibbon, lanjutnya, kelestariannya di alam semakin terancam akibat semakin sempitnya habitat serta ancaman perburuan.

"BKSDA Aceh sendiri akan terus menggalakkan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya melindungi kelestarian satwa liar di Aceh, demi keseimbangan alam dan kepentingan anak cucu kelak," katanya.

Evakuasi siamang dari seorang tokoh masyarakat juga menunjukkan komitmen BKSDA Aceh untuk tidak tebang pilih dalam menindak pemeliharaan illegal satwa dilindungi, baik masyarakat biasa, aparat ataupun tokoh masyarakat bahwa kepemilikan satwa dilindungi haruslah dalam bentuk Lembaga Konservasi atau penangkaran yang izinnya diterbitkan menteri LHK.

"Untuk mendirikan Lembaga Konservasi sendiri ada persyaratan seperti kelayakan tempat, kelengkapan fasilitas, penerapan animal welfare (kesejahteraan satwa), serta memberikan edukasi tentang konservasi satwa liar kepada khalayak. Di Aceh sendiri, saat ini baru ada 1 Lembaga Konservasi serta 3 lainnya dalam proses perizinan di kementerian," tambahnya.

Rubrik:Kota

Komentar

Loading...