Satpol PP Tangkap Puluhan Anak Punk, Gepeng dan Waria

Anak Punk.(Foto:Acehportal.com)

Banda Aceh - Tim gabungan Satuan Pol Pamong Praja, dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP&WH), Kepolisian serta pihak terkait lainnya mengamankan puluhan pengemis, anak jalanan dan lelaki berlagak wanita atau waria di wilayah Banda Aceh, Senin (8/01/2018) malam.

Kepala Satpol PP dan WH Banda Aceh Yusnardi mengatakan, ada sekitar 33 orang yang diamankan saat operasi pada malam Senin diantaranya pengemis, anak jalanan dan waria.

“Mereka diamankan di sejumlah tempat yang berbesa di wilayah Banda Aceh dalam razia yang berlangsung Senin (8/1) malam hingga Selasa (9/1) subuh. Mereka diamankan dalam rangka penertiban penyakit sosial masyarakat serta menyikapi keluhan warga Kota Banda Aceh,”ujarnya.

Ada 33 orang yang terjaring petugas terdiri dari 20 orang pengemis, 4 waria dan 9 anak jalanan. Mayoritas dari mereka berasal dari luar Banda Aceh, bahkan ada yang dari luar Aceh (Jambi).

Ia menyatakan, bahwa razia itu besadarkan tindaklanjuti atas instruksi Wali Kota Aminullah. Petugas Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh telah melakukan penertiban terhadap Penyandang Masalah Sosial (PMS) di Banda Aceh. Dalam penertiban tersebut, 33 orang berhasil ditertibkan dan dibawa ke Rumah Singgah milik Dinas Sosial Kota Banda Aceh yang berlokasi di Lamjabat, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh.

Walikota Banda Aceh Aminullah Usman didampingi Wakilnya Zainal Arifin yang melihat langsung ke Rumah Singgah mengatakan, Pemko telah melakukan pembinaan kepada sejumlah pengemis seperti dari kalangan tuna netra di Banda Aceh.

“Setelah dibina mereka diberikan pelatihan skill berikut modal usaha agar bisa mandiri. Tujuannya, agar tidak ada lagi pengemis di Banda Aceh yang berdampak pada terganggunya ketertiban umum,”jelasnya.

Walikota juga mengatakan, khusus anak jalanan terlebih dulu akan dilakukan pembinaan dan pelatihan skill sesuai bakat yang dimiliki. Kemudian Pemko akan mendorong mereka berkarya dan memberikan pendampingan.

“Tadi Saya sudah tanya sama anak jalanan soal bakat yang mereka punya. Ada yang bisa menyablon, nanti akan kita bantu biar dia bisa berkarya. Tapi jangan lagi kembali berperilaku seperti ini, hidup di jalanan," ungkap Walikota.

"Kita ingin mereka mandiri tanpa harus mengemis. Mengemis di simpang jalan itu membahayakan diri mereka, kalau kecelakaan disenggol kenderaan misalnya, Pemko juga yang disalahkan," tambah Aminullah.

Bagi yang berasal dari luar Banda Aceh, Aminullah memastikan akan memulangkan mereka ke daerah asal setelah diminta menandatangi surat perjanjian tidak kembali lagi ke Banda Aceh. "Kalau mereka nanti kembali dan terjaring petugas kita lagi, kita bina mereka disini sampai 100 hari,"terangnya.

Walikota meyakini setiap derah juga memiliki anggaran untuk melakukan pembinaan kepada penyandang masalah sosial di daerahnya. "Kami akan pulangkan Bapak dan Ibu ke daerah asal, Saya yakin disana ada juga program dalam memberdayakan PMS ini,"tambah Aminullah.

Terkait dengan penertiban yang dilakukan terhadap waria, Walikota menyampaikan petugas menjaring mereka saat dini hari di pinggir jalan, bukan saat sedang menjalankan aktifitas seperti sedang bekerja.

"Kalau mereka hanya menjalankan aktifitas pekerjaan tidak akan ditertibkan. Tapi ini berada di pinggir jalan saat dini hari dengan pakaian menyerupai perempuan. Ini kan ada apa-apanya dan meresahkan warga," ungkap Aminullah.

Amin memastikan, program penertiban akan terus dikakukan di Banda Aceh hingga warga benar-benar merasakan kenyamanan dari persoalan masalah sosial ini. "Kita akan terus lakukan program penegakan syariat Islam. Setiap ada kegiatan yang melanggar syariat Islam dan adat istiadat Aceh akan kita tindak,"pungkas Walikota.(ded/ded)

Rubrik:Kota

Komentar

Loading...