Ini Penyebab Rusuh di LP Kelas II Banda Aceh

PersonIl TNI Kodam IM dari satuan Reider bantu amankan kerusuhan Lapas Kelas II Banda Aceh

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM -- Penyebab kerusuhan  Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II Banda Aceh adalah karena pemindahan tiga orang narapidana kasus sabu ke Medan Sumatera Utara.

"Salah seorang dari tiga napi tersebut telah memprovokasi para napi lainnya untuk melakukan kerusuhan di dalam lapas saat polisi menjemput ketiganya untuk dipindahkan ke  Medan Sumatra Utara,"terang Wakapolda Aceh Brigjen Pol, Bambang Soetjahyo usai meninjau lokasi kerusuhan,  Kamis (4/1/2018).

Ada tiga orang yang dipindahkan ke Lapas di Medan,  diantaranya inisial Gu, Ba dan Mu. Namun yang menjadi dalang kerusuhan versi penyelidikan polisi adalah Gu karena dia menolak untuk dipindahkan. Gu akhirnya diamankan unit khusus Jatanras Polda Aceh saat kerusuhan terjadi dan dibawa ke Polda Aceh.

Kronologisnya,  saat itu Kepala Kepolisian Resort Kota Banda Aceh Kombes Pol T. Saladin yang memiliki wilayah hukum Kota Banda Aceh, serta berkoordinasi dengan DanSat Brimob Polda Aceh Kombes Pol Norman Widjajadi, S.I.K untuk meminta tim pengawalan dalan rencana evakusi pemindahan narapidana tersebut menuju Kota Medan Sumatera Utara.

Namun pada saat hendak dilakukan evakusi pemindahan,  Gu menolak dan melakukan perlawanan karena tidak ingin dipindahkan dengan didukung oleh narapidana lainnya.

Alasan dipindahkan karena diduga ketiga narapidana tersebut selama ini didapati sering berada diluar melakukan aktifitasnya di luar Lapas Kelas II A Kota Banda Aceh.

Saat akan dilaksanakan penjemputan situasi semakin memanas dengan berbagai aksi yang dilakukan para napi mereka merusak, membakar dan melempari batu ke arah petugas yang berada di lokasi sehingga kaca perkantoran pecah bahkan para narapidana juga membakar 1 unit mobil serta Kantor Lapas.

Polisi dan Brimob langsung mengambil tindakan pengamanan areal sekeliling TKP Lapas Kelas II A Kota Banda Aceh, dan mengerahkan tim pemadam kebakaran untuk memadamkan api serta meminta bantuan dari TNI AD Raider 112.

Polisi juga mengarahkan pasukan PHH Satuan Brimob Polda Aceh, Dalmas Dit Sabhara Polda Aceh dan Pasukan TNI untuk masuk ke dalam Lapas untuk melakukan tindakan aksi perlawanan para Narapidana yang telah brutal. Hingga pukul 16.00 wib situasi dapat dikendalikan.

Penulis:gun/Hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...