KAMMI Aceh‎: Sewa Pawang Hujan, AWSC Turun Kasta‎

Kyrgystan pesta gol ke gawang Brunei Darussalam, Senin (4/12/2017). (Agus Setyadi/detikSport)

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - ‎Pertandingan turnamen sepak bola bernama Aceh World Solidarity Cup (AWSC) 2017 telah berlangsung di Stadion Harapan Bangsa, Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh sejak Sabtu (2/12/2017) kemarin.

Hampir seluruh pertandingan dipastikan sudah selesai dilaksanakan. Berbagai kejadian menarik telah tercipta di even yang berskala di internasional ini.

Salah satu yang paling menarik untuk dibicarakan adalah pertandingan tim nasional ‎Kyrgyzstan melawan Mongolia dan tim nasional Indonesia melawan Brunei Darussalam yang berlangsung dalam kondisi hujan deras.

Akibatnya, rumput lapangan pertandingan menjadi mudah rusak dan becek, sehingga para pemain dari masing-masing tim kesulitan untuk mengeluarkan kemampuan terbaik mereka. Mereka terpaksa bermain sepak bola seperti bermain di tengah sawah.

Diakui oleh promotor AWSC, Simon Batara, pihaknya sudah menyiapkan dua pawang hujan untuk turnamen ini dan telah bekerja selama 10 hari.

Namun, tetap saja hujan tidak dapat dielakkan. Menanggapi pernyataan promotor AWSC tersebut, Ketua Umum PW KAMMI Aceh, Tuanku Muhammad sangat menyayangkan jika praktik sewa pawang hujan masih menjadi pilihan dalam menyelesaikan masalah kehujanan.

Menurutnya, seharusnya praktik yang identik dengan kesyirikan tersebut bisa dihilangkan di zaman sekarang ini. "Kita merasa lucu saja jika ajang yang katanya bertaraf internasional masih menggunakan cara-cara lama dalam menanggulangi hujan. Jika seperti ini, ajang AWSC bisa ditertawakan oleh dunia Internasional. Bisa-bisa AWSC dari ajang turnamen internasional turun kasta menjadi turnamen antar kampung (tarkam)," ujarnya Selasa (5/14/2017).

‎Ia menjelaskan, disamping itu yang paling disesalkan nantinya adalah membawa kesan jika orang Aceh yang katanya sedang menjalankan pelaksanaan Syariat Islam, tetapi ternyata dalam kehidupan sehari-hari masih bergelut dengan dunia perdukunan yang penuh kesyirikan.

Oleh karena itu, pihaknya sangat menginginkan kedepan agar praktik sewa pawang hujan ini bisa dihilangkan. Tuanku mengajak agar kita kembalikan semua ini kepada Allah Yang Maha Kuasa dengan memperbanyak doa.

"Jika dikhawatirkan akan terjadi hujan dan membuat lapangan becek, seharusnya panitia jauh-jauh hari bisa menyiapkan sistem drainase lapangan stadion Harapan Bangsa yang lebih baik. Bukan dengan menyewa pawang hujan yang membuat citra orang Aceh menjadi kerdil dan ketinggalan zaman," sarannya.

Penulis:hafiz
Rubrik:Olahraga

Komentar

Loading...