Kolaborasi IKAL dan Kesbangpol Aceh di Aceh Timur

Idi Rayeuk, acehportal.comBadan Kesbangpol Provinsi Aceh menyelenggarakan acara Kaderisasi Penguatan Nilai Sejarah Karakter dan Wawasan Kebangsaan bagi pendidik di Kabupaten Aceh Timur bekerjasama dengan Kesbangpol Kabupaten Aceh Timur dengan salah satu narasumbernya Mayor Inf. Bayu Maulana salah satu perwira yang berdinas di Penerangan Kodam Iskandar Muda. Rabu (29/11/17).

Dalam kesempatan itu, Mayor Bayu yang juga merupakan alumni Lemhannas RI tahun 2016 dan sekaligus sekretaris Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas Komisariat Provinsi Aceh didampingi oleh Narasuber lainnya Saifuddin SH MA (Dosen Unsyiah) melakukan diskusi panel tentang wawasan Kebangsaan yang diikuti sekira 50 peserta yang terdiri dari tenaga pendidik dan para tokoh-tokoh masyarakat se-Kabupaten Aceh Timur.

Mayor Bayu membawakan materi tentang 4 konsensus Kebangsaan dengan titik berat sosialisasi tentang Penguatan konsensus kebangsaan dalam menghadapi bahaya Proxy war dan penetrasi media yang berpotensi menjadi salahsatu faktor terjadinya degradasi nasionalisme bagi rakyat Indonesia umumnya dan masyarakat di Aceh Timur khususnya.

Yang menarik dari salahsatu penyampaiannya adalah ketika mengetahui bahwa Ideologi Pancasila sangat populer di Negara Mesir bahkan diajarkan dalam mata pelajaran di beberapa sekolah, hal tersebut diketahui ketika Mayor Bayu berdialog dengan rekannya yang seorang Warga Negara Mesir saat mengenyam pendidikan di Amerika Serikat tahun 2009. “Orang Luar saja mengakui keagungan Pancasila, masa kita orang Indonesia malah tidak”, Mayor Bayu menambahkan.

“Proxy War dan Penetrasi Media baik yang mainstream maupun media online telah menjadi salahsatu instrumen yang mendestruksi nilai-nilai kebangsaan rakyat Indonesia, salahsatunya pola propaganda dalam upaya memecahbelah pembauran bangsa dan menghantam kewibawaan pemerintah RI yang sah”, pungkas Mayor Bayu dalam presentasinya.

Bupati Aceh Timur dalam sambutannya mengatakan bahwa masyarakat Aceh Timur sangat membutuhkan acara-acara sosialisasi seperti yang sedang diselenggarakan mengingat sejak penandatanganan Mou Helsinski tahun 2015 hingga saat ini masih banyak warga yang belum memahami makna perdamaian yang seharusnya diikuti dengan semangat berbangsa dan bernegara dalam bingkai NKRI yang berideologikan Pancasila.

Dalam acara yang diselenggarakan oleh Kesbangpol Provinsi Aceh tersebut terdapat saran yang diajukan salahsatu peserta yang merupakan anggota Menwa di salahsatu Perguruan Tinggi di Aceh Timur  tentang harapannya agar Lemhannas RI beserta TNI lebih intens untuk mengadakan acara serupa khususnya di Provinsi Aceh. “Kami mendorong Bapak-bapak dari Alumni Lemhannas dan TNI untuk lebih sering mengadakan acara-acara tentang wawasan Kebangsaan di Aceh mengingat kesadaran warga Aceh terhadap nilai Kebangsaan masih sangat perlu ditingkatkan”.

Hal tersebut diamini oleh Kepala Kantor Kesbangpol Aceh Timur yang secara langsung meminta kepada Narasumber agar Lemhannas RI dan TNI bisa memprogramkan acara berupa Focus Group Discussion tentang Kebangsaan di Kabupaten Aceh Timur ditahun-tahun mendatang.

Komentar

Loading...