BRA: 10 Point MoU Belum Dilaksanakan

konferensi pers sinergisasi dan koordinasi pelaksanaan reintegrasi BRA dengan kementrian atau lembaga terkait di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh , Senin (28/11/17).

Banda Aceh, acehportal.com -  Badan Reintegrasi Aceh (BRA) telah melakukan  pertemuan Focus Group Discussion yang dihadiri 20 peserta dari juru runding GAM. Dari hasil pertemuan tersebut salah satunya BRA menyebutkan masih ada 10 point MoU Helsinki yang belum diimplementasikan atau dilaksanakan.

Kesepuluh point MoU yang belum diimplementsikan tersebut adalah Pembentukan pengadilan HAM untuk kasus aceh, peradilan sipil untuk pelaku militer, komisi klaim, penamaan Aceh, nama jabatan dalam Pemerintah Aceh, suku bunga perbankan, batas wilayah, hymne lambang dan bendera, tanah untuk kombantan GAM, dan mantan kombantan dapat menjadi anggota polisi dan tentara RI dengan ketentuan yang berlaku.

Hal tersebut disampaikan oleh ketua BRA  Fakhrurrazi pada konferensi pers sinergisasi dan koordinasi pelaksanaan  reintegrasi BRA dengan kementrian atau lembaga terkait di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh , Senin (28/11/17).

Ia mengatakan dari sepuluh point MoU yang belum diimplementasikan tersebut yang paling mendesak yang harus terialisasikan adalah tanah untuk mantan kombantan GAM.

“Ada Sembilan Kabupaten/Kota di Aceh terdata ada 11 ribu hektar lebih tanah yang tidak disambung lagi HBOnya, ini akan kita kirimkan surat kepada dinas yang bersangkutan supaya tanah tersebut dialokasikan untuk mantan kombantan GAM’’, ujanya.

Menurut Fakhrurrazi, di Kabupaten Simeulue ada 2 ribu hektar lebih tanah sudah siap diambil alihkan hak kepada mantan kombantan GAM dan di Kabupaten Nagan Raya juga ada 3 ribu hektar yang akan diberikan kepada korban konflik. ” dengan dukungan bersama kita usahakan pada 2018 tanah bagi mantan kombantan GAM dapat terealisasikan semua”, pungkasnya.

Dalam konfresi pers terseburt turut dihadiri mantan Plt Gubernur Aceh Azwar Abu Bakar, mantan Ketua FKK Damai Aceh Amiruddin Usman, dan Kepala  Kesbangpol Mahdi Efendi.

Penulis:Dedi Saputra
Rubrik:Umum

Komentar

Loading...