BKSDA Aceh: Gajah Yang Ditemukan Terkubur di Aceh Timur Berjenis Kelamin Jantan‎ dan Berusia 42 Tahun

Gading Gajah Sumber foto: Analisadaily.com

Banda Aceh, acehportal.com - Seperti diberitakan sebelumnya, bangkai seekor gajah Sumatera yang terkubur ditemukan warga kemarin, tepatnya‎ di belakang sebuah rumah warga yang berjarak sekitar 150 meter dari rumah tersebut, di kawasan Gampong Seumanah Jaya, Aceh Timur.

‎Kepala BKSDA Aceh, Sapto Aji Prabowo mengatakan, dari hasil pengecekan yang dilakukan petugas BKSDA Resort Langsa dan CRU Serbojadi bersama tim dokter BKSDA Aceh serta Polres Aceh Tamiang, lokasi penemuan bangkai gajah merupakan kawasan kebun milik warga bernama Manaf (Alm) yang dikelola oleh Razali, warga setempat.

"Bangkai gajah ditemukan di Dusun Blang Perak, Gampong Seumanah Jaya, lokasi penemuan merupakan kebun milik warga. Gajah berjenis kelamin jantan dengan tinggi badan kurang lebih mencapai 2,70 meter," ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (15/11/2017).

‎Sapto menjelaskan, usia bangkai gajah jantan Sumatera tersebut diperkirakan mencapai 42 tahun dan diperkirakan mati sekitar sebulan lalu. Bangkai gajah jantan tersebut memiliki panjang tapak kaki 55 sentimeter dan luas tapak kaki 42 sentimeter. Kedua gading hewan yang dilindungi ini pun hilang.

"‎Bangkai gajah yang terkubur dibongkar oleh pihak SKM dan masyarakat setempat, dengan disaksikan oleh pihak Koramil dan Polresk Ranto Panjang, serta Kasat Reskrim Polres Aceh Tamiang dan personel Polres Aceh Timur," jelasnya.

‎Sapto juga mengungkapkan, tim di lapangan tidak dapat melakukan autopsi terhadap bangkai gajah jantan ini, dikarenakan kondisi bangkai gajah yang sudah sangat rusak, sehingga tidak dapat diambil sampelnya dan tidak memungkinkan untuk dilakukan autopsi.

"Tim di lapangan tidak dapat mengautopsi untuk mengecek penyebab kematian pastinya, karena kondisi bangkai gajah juga sudah sangat rusak. Tapi memang diduga kuat gajah disetrum. Malam ini tim memberikan keterangan ke Polres Aceh Tamiang terkait pengecekan yang dilakukan tadi," ungkapnya.

Saat ditanyai terkait bangkai dan gading gajah yang diamankan dari seorang pria tadi malam, Sapto mengatakan, tim yang bekerja di lapangan juga sudah mencocokkan sepasang gading gajah tersebut dan hasilnya cocok.

"Tadi tim juga sudah mencocokkan gading gajah yang diamankan tadi malam, hasilnya memang identik, cocok. Kasus ini masih dalam penanganan lanjutan," tambah Kepala BKSDA Aceh, Sapto Aji Prabowo.

‎Semalam, polisi mengamankan seorang pria berinisial SD alias Darmin alias Mahrub (45), Wiraswasta, warga Dusun Krueng Tuan, Gampong Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, yang membawa sepasang gading gajah berukuran 80 sentimeter dan berat 10 kilogram menggunakan mobilnya.

Tersangka diamankan setelah terjaring razia terakhir Operasi Zebra Rencong 2017 yang dilaksanakan Sat Lantas Polres Aceh Tamiang, Selasa (14/11/2017) malam, sekira pukul 21.45 WIB.

Sebelumnya, unit opsnal Sat Reskrim Polres Aceh Tamiang memperoleh informasi bahwa ada sebuah mobil jenis Toyota Avanza bernomor polisi BK 1506 QM sedang mengangkut gading gajah, yang melaju dari arah Aceh Timur menuju Medan.

Polisi yang saling berkoordinasi kemudian mengetahui bahwa mobil tersebut diamankan saat razia karena tidak memiliki surat-surat kelengkapan dan membawa sepasang gading gajah. ‎Tersangka dan barang bukti saat ini masih diamankan di Mapolres Aceh Tamiang, guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Kasus ini masih diselidiki dan dikembangkan. Tersangka melanggar Pasal 40 Ayat 2 jo Pasal 21 Ayat 2 hufur (d) UU RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem," kata Direktur Dit Reskrimsus Polda Aceh, Kombes Pol Erwin Zadman, saat ditemui dan dikonfirmasi di Mapolda Aceh.

Penulis:Hafiz
Rubrik:News

Komentar

Loading...