Asisten I Buka Sosialisasi Forum Pembaruan Kebangsaan

Idi - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Aceh bekerjasama dengan Kesbangpol Aceh Timur menggelar Sosialisasi Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), bertempat di Aula Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Aceh Timur, Rabu 25/10/2017.

Kegiatan FPK dibuka oleh Asisten I Setdakab Aceh Timur, Drs. Zahri. M.AP mewakili Bupati Aceh Timur H. Hasballah M. Thaib. Diikuti 50 peserta terdiri dari  Aparatur Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Pemuda, Tokoh Masyarakat dan Siswa SLTA.

Sedangkan narasumber  dari kegiatan tersebut dari unsur Kesbangpol Aceh, Drs. Naimah Hasan. MA. Sekretaris (Forum Pembaruan Kebangsaan) FPK Aceh, Dra. Lailisma Sofyati Anggota FPK Aceh serta Drs. Mahfudhi, kepala bidang politik kemasyarakatan badan Kesbang Pol Aceh Timur.

Asisten I, Drs. Zahri saat membuka kegiatan Sosialisasi FPK  mengatakan, berbicara mengenai pembauran tidak terlepas dari nilai-nilai kebangsaan yang diperkuat 4 (empat) pilar utama sebagaimana telah diletakkan oleh bapak pendiri bangsa yaitu,.

“Pertama adalah Pancasila telah menjadi dasar tegaknya negara yang juga sebagai falsafah atau pandangan hidup. Pancasila merupakan prinsip dan nilai-nilai kehidupan masyarakat kita. Sebagai idiologi, Pancasila merupakan arah dan tujuan dari kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Dilanjutkannya, Kedua adalah UUD Negara Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yakni konstitusi negara dan dasar bagi seluruh sistem nasional kita termasuk sistem pemerintahan, sistem politik, sistem ekonomi, sistem ketatanegaraan dan berbagai sistem lainnya.

“Ketiga adalah Bhineka Tunggal Ika, ini merupakan semboyan sekaligus prinsip negara, yang menegaskan aspek keragaman bangsa dalam satu kesatuan bangsa. Kita tidak boleh memaknai Bhineka Tunggal Ika sebatas semboyan belaka, melainkan mengamalkannya dalam cara pandang kita akan keragaman budaya, etnis, suku maupun agama,” papar Drs. Zahri.

Keempat adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia  sebuah konsepsi tentang keberadaan negara dalam konteks kewilayahan, sebagaimana juga telah ditegaskan dalam UUD 1945,  khusus mengenai bentuk Negara Kesatuan RI tidak dapat dilakukan perubahan.

“Beranjak dari keempat Pilar tersebut setiap warga negara berkewajiban memelihara kerukunan paling sedikit terdapat 2 (dua) aspek penting dari kerukunan di Daerah yaitu : Kerukunan yang berbasis dibidang keagamaan dan kerukunan dibidang suku, ras, etnis dan adat istiadat,” sebutnya.

Drs. Zahri menambahkan, Adapun Tema Sosialisasi Pembaruan Kebangsaan yaitu " Dengan Semangat Pembaruan Kebangsaan Kita Jaga Keutuhan Negara Persatuan Republik Indonesia ".

Kami berharap kepada para tokoh yang hadir pada hari ini agar dapat menjadi motivator untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya kerukunan, hindari gesekan yang menimbulkan disharmoni dalam kehidupan beragama. Karena Disharmoni dalam kehidupan beragama akan bermuara pada macetnya pelaksanaan roda pemerintahan dan akan menghambat pembangunan," demikian pungkas Drs. Zahri.

Sebelumnya, Sulaiman Kabid Pemantapan Idiologi dan Wawasan kebangsaan Kesbang Pol Aceh Timur dalam laporannya menyampaikan sebagai berikut, Adapun jumlah peserta sosialisasi Pembaruan kebangsaan hari berjumlah 50 orang dan Setiap peserta diberi anak dan makan siang serta uang transportasi.  Adapun peserta sosialisasi ini terdiri dari, Apara Gampong, Tokoh Pemuda, Tokoh adat serta tokoh agama, serta Siswi SMA.

Lebih lanjut Sulaiman mengatakan, adapun maksud dan tujuan kegiatan sosialisasi Pembaruan kebangsaan ini diselenggarakan di Kabupaten Aceh Timur dengan maksud untuk memberikan pemahaman tentang Pembaruan kebangsaan dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan,"tegas Sulaiman.

Turut hadir dalam sosialisasi Pembaruan kebangsaan diantaranya, Drs. Zahri Asisten I Setdakab Aceh Timur, Dra. Ainol Marliah Kasubbid Idiologi dan Wasbang Aceh serta para tamu undangan lainnya.

Penulis:Istanjoeng
Rubrik:Daerah

Komentar

Loading...