Bea Cukai Banda Aceh Lelang 59 Unit Mobil Bukan Baru

Bea Cukai Banda Aceh Lelang 59 Unit Mobil Bekas(Foto:Istimewa)

Banda Aceh - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya C‎ Banda Aceh akan melelang satu paket (59 unit) bukan baru yang menjadi milik negara, dengan nilai limit Rp 8.266.375.000.

Lelang satu paket barang berupa 59 unit mobil bukan baru itu, dilaksanakan melalui perantara Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Banda Aceh dan PT. Balai Lelang Artha.

Barang yang akan dilelang adalah pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) yang berasal dari aset eks kepabeanan dan cukai dilakukan dengan berpedoman pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 240/PMK.06/2012 tanggal 26 Desember 2012.

Dalam ketentuan dimaksud, peruntukan BMN terdiri dari penjualan secara lelang, penetapan status penggunaan, hibah, serta pemusnahan atau penghapusan.

Kepala Kanwil DJBC Aceh, Agus Yuliato mengatakan, pihaknya sebagai pelaksana dilapangan melaksanakan penjualan secara lelang atas barang yang menjadi milik negara.

“Dalam satu paket ada sebanyak 59 unit mobil bukan baru yang dilelang sesuai persetujuan Menteri Keuangan Nomor S-201/MK.6/2017 tanggal 1 Agustus 2017,”jelas Agus dalam konferensi pers yang dilaksanakan di KPPBC Banda Aceh, Rabu (18/10/2017).

Dikatakannya, persetujuan dimaksud tentunya telah melalui proses yang cukup panjang, mulai dari berlabuhnya barang di Pelabuhan Malahayati pada 6 Januari 2015 lalu sampai penetapan sebagai barang yang menjadi‎ milik negara pada 29 Juli 2015 lalu, hingga persetujuan penjualan lelang pada 1 Agustus 2017 lalu.

“Rangkaian kegiatan lelah sudah dimulai sejak‎ Selasa (17/10/2017) dengan diumumkan secara resmi melalui pengumuman lelang nomor: Peng-02/WBC.01/KPP.MP.02/2017,”katanya

Lebih lanjut, Ia menyampaikan, skema penjualan lelang satu paket ini dilakukan mempertimbangkan efektititas pelaksanaan kegiatan dan mempercepat proses lanjutan pasca lelang.

“Karena pemanfaatan gudang milik Pelindo yang digunakan sebagai tempat penimbunan pabean selama ini dapat maksimal untuk meningkatkan kembali geliat kegiatan ekonomi di Aceh, khususnya kegiatan ekspedisi jalur laut,”paparnya.

Dikatakannya, hasil lelang akan disetorkan ke kas negara, pembeli/pemenang lelang masih harus membayar Bea Lelang pembeli sebesar 2 persen dari harga lelang, Bea Pencacahan sebesar‎ 2,5 persen dari harga lelang, Sewa Gudang sebesar Rp 560 juta, dibayarkan ke rekening PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Persero Cabang Malahayati serta Jasa Pra Lelang sebesar 15 persen dari harga lelang disetorkan ke rekening PT Balai Lelang Artha.

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir sejumlah pihak dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Banda Aceh dan PT Balai Lelang Artha‎, Kodam, Kodim, Polresta Banda Aceh dan pihak terkait lainnya.

Penulis:Hafiz
Rubrik:News

Komentar

Loading...