Fraksi Demokrat Minta Dialokasikan Dana Untuk PORA XIII Tahun 2018 Aceh Besar

H.T. Ibrahim

Banda Aceh, acehportal.com - Pelasanaan PORA XIII Tahun 2018 di Kabupaten Aceh Besar patut disayangkan karena fakta bahwa sampai dengan saat ini belum ada sedikitpun pengalokasian anggaran untuk pelaksanaan even yang telah dijadwalkan pada bulan November 2018 mendatang tersebut.

Ketua Fraksi Partai Demokrat H.T. Ibrahim  menyebutkan, sudah lazim diketahui bahwa penyelenggaraan berbagai even seperti olah raga di suatu daerah dapat menjadi stimulan bagi tumbuh dan berkembangnya daerah tersebut.

Hal itu dapat kita lihat dari penyelenggaraan even bersakala regional seperti SEA Games XVIII di Chiang Mai pada tahun 1995 lalu. Tidak dapat dipungkiri bahwa even tersebut telah mampu mendongkrak berbagai kegiatan ekonomi dan pembangunan berbagai fasilitas umum dan fasilitas-fasilitas olah raga yang memadai di wilayah Thailand Utara yang sebelumnya terpencil dan tertinggal tersebut.

Demikian pula halnya dengan Pekan Olahraga Nasional (PON) yang sejak penyelenggaraan pertamanya telah dilakukan di daerah-daerah seperti Solo (PON I/1948), Medan (PON III/1953), Makasar (PON IV/1957), Bandung (PON V/1961 dan PON XIX/2016), Surabaya (PON VII/1969 dan PON XV/2000), Palembang (PON XVI/2004), Samarinda (PON XVII/2008), Pekanbaru (PON XVIII/2012), dan Papua (PON XX pada tahun 2020 mendatang). Tidak dapat dipungkiri bahwa semua kegiatan itu pada masanya telah mampu menggerakkan pertumbuhan dan perkembangan di daerah-daerah tersebut.

Berlatar belakang pemikiran seperti itu, maka Pemerintah Aceh telah menetapkan Kota Jantho, Kabupaten Aceh Besar, sebagai tuan rumah Pekan Olah Raga Aceh (PORA XIII) tahun 2018.

Oleh karena itu, Fraksi Demokrat meminta agar Pemerintah Aceh segera mengalokasikan dana untuk pelaksanaan PORA XIII Tahun 2018 yang sudah di depan mata itu.

Selain pengaklokasian dalam APBA Murni Tahun Anggaran 2018 ini, Demokrat juga meminta supaya dalam P-APBA Tahun Anggaran 2017 ini juga dapat dialokasikan sejumlah dana untuk mendukung pembangunan berbagai sarana dan pra sarana olah raga Aceh yang selama ini telah dimulai dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Besar tersebut.

Sebagaimana kita ketahui, Kota Jantho yang dibangun pada tahun 1970-an dan mulai difungsikan sebagai ibukota Kabupaten Aceh Besar pada awal tahun 1980-an itu, pertumbuhan dan perkembangannya sangat lambat. Kita harapkan dengan terselenggaranya even olah raga empat-tahunan tersebut, Kota yang selama ini sangat akrab dengan pepatah; “Hidup Segan Mati Tak mau” itu, akan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.” Sebutnya.

Rubrik:DPRA

Komentar

Loading...