Sukseskan Aceh Sebagai Destinasi Wisata Halal Dunia, Disbudpar Aceh Gelar PDWA

Reza Fahlevi

Banda Aceh - Sejak tanggal 13 - 16 Oktober 2017, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh mengelar Pemilihan Duta Wisata Aceh (PDWA) 2017, untuk mensukseskan Aceh sebagai Destinasi Wisata Halal Dunia melalui keterlibatan Duta Wisata Aceh.

Kepala Disbudpar Aceh, Reza Fahlevi mengatakan, tujuan pemilihan duta wisata Aceh ini dilakukan untuk mensukseskan Aceh sebagai Destinasi Wisata Halal Dunia melalui keterlibatan Duta Wisata Aceh, sebagai digital volunteer atau laskar digital dalam memviralkan berbagai pesona wisata Aceh.

Kegiatan pemilihan duta wisata ini bertema “Ayo Promosikan Pesona Wisata Aceh melalui Media Digital” bertujuan untuk melahirkan genesari muda dengan sebutan Duta Wisata Aceh yang memiliki talenta dan kreatifitas berkarya.

Ia menjelaskan, duta wisata aceh yang diharapkan harus memiliki kepedulian dalam mengeksplorasi berbagai potensi dan keunikan daerah serta mempromosikan potensi tersebut kepada wisatawan melalui media digital yang pada akhirnya akan berdampak positif pada kemajuan ekonomi daerah.

“‎Pemilihan tema ini pada PDW 2017 sungguh tepat dan strategis, dimana Aceh saat ini membutuhkan motivasi dan peran anak muda laskar digital dan komunitas untuk terus membangun negeri, serta mempromosikan Aceh sebagai wisata halal melalui media digital," jelas Reza, Minggu (15/10/2017) di Banda Aceh.

Sementara itu, Kabid Pemasaran Disbudpar Aceh, Rahmadhani mengatakan, memasuki satu dekade, PDWA tahun ini mengangkat sesuatu yang beda dari tahun sebelumnya, seiring dengan kemajuan teknologi.

“‎Ada beberapa item di PDWA tahun ini yang sedikit beda, hal ini tidak telepas dari berbagai masukan dan pertimbangan soal promosi pariwisata yang kedepan terus ditekankan melalui media digital, salah satunya pendaftaran peserta melalui daring di situs resmi Disbudpar Aceh, www.disbudpar.acehprov.go.id," paparnya.

Selain itu, katanya, peserta nantinya akan berkunjung ke beberapa sekolah dalam rangka sosialisasi pariwisata. Peserta yang berhadir sesuai persyaratan juga telah dinyatakan mampu membaca Alquran, berbahasa daerah, bahasa Inggris dan bahasa asing lainnya, menguasai atraksi seni dan presentasi potensi wisata daerah.

"‎Selain itu menguasai ilmu pengetahuan, IT dan berkepribadian baik serta tetap menjaga perilaku sesuai nilai budaya Aceh yang Islami selama masa karantina, dan kegiatan ini diikuti oleh peserta duta wisata dari 23 kabupaten/kota,"jelas Rahmadhani.

Nantinya, tambahnya, pasangan DWA 2017 terpilih pada malam penobatan yang berlangsung 16 Oktober mendatang di Gedung Amel Convention Center akan diberangkatkan ke Nusa Tenggara Timur atas‎ nama pemerintah Aceh pada 28 November hingga 3 Desember 2017 untuk bersaing kembali di tingkat nasional dengan peserta duta wisata lainnya dari 33 provinsi se Indonesia.

Komentar

Loading...