Pemerintah Aceh Diminta Prioritaskan Bantu Petani

Wakil Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah menyerahkan KUA-PPAS kepada DPRA yang diterima oleh Wakil Ketua DPRA Dalimi di ruang Badan Anggaran DPR Aceh, Banda Aceh, Selasa (1/8)

Banda Aceh, acehportal.com - Jumlah petani yang saat ini mencapai 68 % dari penduduk Aceh harus menjadi prioritas Pembangunan Aceh di masa yang akan datang.

Di berbagai daerah saat ini para petani Aceh terkendala dengan suplai air yang selalu tidak cukup untuk mengairi sawah-sawah rakyat.

Oleh karena itu mulai saat ini Pemerintah Aceh perlu memikirkan dan melakukan terobosan yang spektakuler di bidang pertanian, yaitu membangun waduk, paling tidak untuk tahap pertama dilakukan pada tiga wilayah, yaitu utara/timur, wilayah barat/selatan dan tengah tenggara.

Dengan demikian dalam 5 tahun mendatang para petani telah terjamin suplai air untuk mengairi sawah-sawah rakyat dan sekaligus akan menguatkan produktivitas pertanian di Aceh, dan meningkatkan pendapatan para petani.

Adapun peningkatan produktifitas padi di sawah tadah hujan, SKPA terkait perlu memprogramkan pengadaan Pompa Air Bawah tanah ( sumur bor ), yang dalam uji coba yang pernah dilakukan dapat mengairi 4 Ha sawah untuk setiap sumur bor secara terus menerus. Dengan demikian para petani pemilik sawah tadah hujan akan dapat meningkatkan produktivitas pertaniannya.

Fraksi kami, Fraksi Partai Golkar mengusulkan kepada Pemerintah Aceh untuk mempertimbangkan adanya satu unit dalam struktur Pemerintah Aceh yang secara khusus/terpadu berkoordinasi dengan instansi terkait untuk perencanaan, pelaksanaan dan pertanggungjawaban DANA OTSUS.

Hal ini sesuai dengan semangat UUPA yang koordinasi Otonomi Daerah berada di Provinsi Aceh. Dana otsus digunakan untuk program pembangunan infrastruktur jangka panjang yang produktif, fundamental untuk kepentingan peningkatan kesejahteraan rakyat yang mayoritas hidup di sektor pertanian dan sektor produktif lainnya.

Penulis:gun
Rubrik:DPRA

Komentar

Loading...