Pembagunan Pabrik Semen di Laweung Dihentikan

Habadaily.comIlustrasi pabrik semen

Banda Aceh - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk memutuskan untuk menghentikan sementara pembangunan pabrik Semen Indonesia Aceh (SIA) yang berada di perbukitan Kecamatan Muara Tiga (Laweung), Kabupaten Pidie.

Penghentian pabrik semen Laweung tersebut dilakukan PT. Semen Indonesia dikarenakan sampai sekarang persoalan pembebasan lahan di areal pembagunan pabrik itu belum tuntas.

Hal itu dibenarkan oleh Humas PT. Semen Indonesia Aceh, Marjoni, saat dihubungi wartawan di Pidie, Kamis (12/10/2017).

“Memang benar untuk saat ini pembagunan pabrik SIA dihentikan untuk sementara waktu, sampai persoalan pembebasan lahan dapat diselesaikan,”ungkap Marjoni.

Ia menyebutkan, bahwa penghentian sementara proyek pembangunan itu dilakukan untuk mengamankan investasi PT SIA. “Sebelum persoalan itu tuntas pembagunan tidak akan dilanjutkan,”terangnya.

“Pembangunan pabrik semen Laweung ini baru dilanjutkan, jika persoalan lahan benar-benar tuntas, sehingga keamanan investasi dan pabrik betul-betul terjamin,”ungkapnya.

Saat ini, kata Marjoni, semua aktifitas di lokasi PT SIA sudah dihentikan, dan itu akan berlangsung sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Surat penghentian sementara pembangunan pabrik semen di Pidie tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama PT Semen Indonesia Aceh, Ir Bahar Syamsul yang diteruskan ke Pengurus Forum Musyawarah Gampong (FMG) Kemukiman Laweung-Kecamatan Muara Tiga dan Muspika Kecamatan Muara Tiga.

Penghentian proyek tersebut diduga masih ada sekitar 1.500 hektare lebih areal proyek yang belum diselesaikan pembayaran ganti rugi oleh PT Samana Citra Agung (SCA) selaku perusahaan yang diberi mandat oleh PT Semen Indonesia untuk mengurus ganti rugi.

Sebelumnya, Direksi PT. Samana Citra Agung, Yusri menegaskan, bahwa tidak ada pembatalan pembangunan pabrik Semen Indonesia Aceh (SIA) di Kecamatan Kecamatan Muara Tiga (Laweung), Kabupaten Pidie.

“Meskipun pembagunan pabrik SIA didera berbagai persoalan, seperti tuntutan masyarakat terkait pembebasan lahan, melakukan pemblokiran jalan, serta tekanan dari pihak tertentu agar pembagunan tersebut dihentikan. Namun, pembagunan pabrik semen di Laweung tetap akan berlanjut,”ungkapnya pada konferensi pers di Restoran Kuala Vilage, Kota Banda Aceh, beberapa waktu lalu.

Ia menyebutkan, sebelumnya, warga sekitar melakukan pemblokiran jalan yang disebut sebagai akses menuju PT SIA yang saat ini tengah dalam tahapan kontruksi pembangunan pabrik semen di kawasan tersebut.

Bahkan, katanya, sejumlah warga melakukan aksi memblokir jalan hingga merazia pekerja yang berasal dari luar daerah, dan menuntut pihak perusahaan‎ untuk menyelesaikan persoalan lahan milik masyarakat.

Untuk itu, katanya, pihaknya akan terus jalan dan bangun hubungan yang baik dengan masyarakat di seputaran pembagunan pabrik tersebut. “Saya sekali menegaskan bahwa tidak ada pembatalan pembangunan pabrik semen,”jelas Yusri.

Komentar

Loading...