KPI Aceh Gelar Rakor Peran Lembaga Penyiaran Dalam Konteks Kearifan Lokal

KPI Aceh

Banda Aceh, acehportal.com - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Aceh menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama lembaga penyiaran di Aceh dengan tema “Peran lembaga penyiaran dalam konteks kearifan lokal” di salah satu hotel di Banda Aceh, Rabu (11/10).

Dalam Rakor selam dua hari dengan menghadirkan sejumlah peserta dari lembaga penyiaran, baik radio maupun televisi itu, nantinya diharapkan akan melahirkan sebuah Qanun Penyiaran Islami.

Ketua KPI Aceh, Muhammad Hamzah mengatakan, membuat sebuah Qanun penyiaran itu dibenarkan. Karena Aceh punya regulasi undang-undang (UU) Nomor 11 tahun 2006, yang didalamnya juga diamanahkan untuk membuat regulasi.

“Kepentingannya, adalah bagaimana penyiaran-penyiaran terutama lembaga yang sifatnya nasional bisa bersiaran di Aceh. Tapi  harus  mengikuti aturan-aturan yang ada di Aceh, jangan bersiaran saja tapi tidak mementingan aturan di Aceh, dan itu juga amanah UU 32,” jelasnya.

Untuk itu diharapkan di provinsi Aceh lahir sebuah Qanun penyiran Islami. Karena, dinilai penting untuk menjaga tayangan yang tidak bermanfaat.

“Penting untuk menjaga rakyat Aceh dari tanyangan-tayangan yang tidak bermanfaat menjadi siaran-siaran yang bermanfaat kedepan,” katanya.

Menurutnya, naskah akademik untuk peraturan daerah itu sudah ada dari dulu, yaitu Qanun Pers dan Penyiaran. Namun itu dinilai tidak terkoneksi, karena jalurnya berbeda.

“Kalau pers urusannya Dewan Pers, sedangkan penyiaran urusannya KPI,” ungkapnya.

Penulis:Redaksi
Rubrik:Kota

Komentar

Loading...