Pengguna Dexlite di Aceh Meningkat Signifikan

Karyawati SPBU Simpang Jam mengenakan baju batik melayani pelanggan di Hari Kartini. (Foto: Acehportal.com)

Banda Aceh - PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region I menyatakan, konsumsi Bahan Bakar Dexlite di Provinsi Aceh mengalami peningkatan sebesar 243 persen pada tahun 2017.

Menurut data PT. Pertamina, konsumsi rata-rata penyaluran Dexlite di aceh pada 2016 hanya mencapai 16 kilo liter (KL) per hari, tapi pada 2017 konsumsi Dexlite sudah mencapai 55 kl/hari atau naik 243 persen.

Peryataan itu diungkapkan Area Manager Communication and Relations Sumbagut Rudi Ariffianto kepada sejumlah wartawan di Banda Aceh, Kamis (05/10/2017).

Ia menyebutkan, sejak kehadiran Dexlite di wilayah aceh pada bulan Juni tahun 2016, konsumsi bahan bakar jenis Dexlite terus terjadi peningkatan yang signifikan. Karena tingginya permintaan konsumen di daerah tersebut.

Menurut dia, kesadaran masyarakat akan manfaat dari penggunaan bahan bakar berkualitas membuat pola konsumsi produk Bahan Bakar Khusus (BBK) berkualitas seperti Dexlite meningkat tajam.

“Terima kasih dan apresiasi kami untuk konsumen karena kehadiran Dexlite di Aceh telah mendapat respons positif.  Produk Dexlite telah menjadi alternatif pilihan bagi para konsumen yang menginginkan varian bahan bakar diesel berkualitas dan ramah lingkungan,”katanya.

Awalnya, sebut Rudi, Dexlite hanya tersedia di 15 SPBU yang berada di Aceh meliputi Kota Banda Aceh, Meulaboh, Loksumawe dan Aceh Timur dengan suplai poin dari TBBM Medan Group. “Saat ini outlet Dexlite sudah mencapai 47 SPBU dan akan terus bertambah di SPBU lainnya di Aceh seiring dengan peningkatan pengguna Dexlite,”terangnya.

“Dexlite dengan angka cetane (cetane number) 51 dan kandungan sulfur maksimal 1.200 ppm, mempunyai keunggulan dapat membuat mesin lebih bertenaga‎ dan lebih ramah lingkungan dengan emisi hasil pembakaran yang rendah,”pungkas Rudi.

Penulis:Teuku dedi
Rubrik:Ekonomi

Komentar

Loading...