Gubernur Aceh Minta Pendapat Ulama Hukuman Mati Bagi Bandar Sabu

Jpeg

Banda Aceh, acehportal.com - Akibat sudah meresahkan dengan peredaran narkoba jenis sabu di Aceh, Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf meminta pendapat ulama supaya menfatwakan para bandar barang haram itu layak mendapatkan hukuman mati.

Permintaan itu dikatakan Gubernur setelah melakukan pemusnahan barang bukti sabu seberat setengah kilogram, di Mapolresta Banda Aceh, Rabu (4/10/2017).

Irwandi Yusuf didampingi Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol T Saladin dan Komandan Lanud Blang Bintang Kolonel Pnd Suliono, saat memusnahkan sabu dengan cara diblender setelah dicampur alkohol.

Menurut Gubernur, peredaran narkoba di Aceh sudah sangat mengkhawatirkan. Karena dari informasi yang diperolehnya, barang haram tersebut, seperti ganja dan sabu sudah masuk ke sekolah-sekolah di Aceh.

“Ini mengerikan sekali, sudah sangat berbahaya,” ujarnya.

Peredaran narkoba di Aceh, tambah Gubernur, juga masuk tertinggi di Indonesia. Sehingga para ulama bisa menfatwakan hukuman mati bagi para bandar narkoba jenis sabu tersebut.

Irwandi menambahkan, apabila para bandar narkoba membawa kerusakan di muka bumi ini, berarti mereka layak diberikan hukuman mati.

“Bila masuk katagori membawa kerusakan di muki bumi ini, layak dihukum mati. Saya minta pendapat ulama,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol T Saladin mengatakan, narkoba jenis sabu seberat sekitar setengah kilogram  yang dimusnahkan itu, ditangkap dari seorang tersangka berinisial RM, di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Aceh Besar, 5 September 2017 lalu.

Petugas bandara, tambahnya, berhasil menggagalkan sabu yang hendak diselundupkan ke Jakarta itu. Barang bukti sabu itu diketahui, setelah melewati pemeriksaan X-Ray bandara.

“Kita patut berikan penghargaan kepada petugas di bandara, mereka selama ini sudah lima kali menggagalkan penyelundupan sabu dari bandara,” ujarnya.

Untuk itu, Kapolresta berharap kepada semua pihak, serta masyarakat supaya mewaspadai dan memberikan informasi dengan peredaran narkoba di Aceh.

“Jangan sampai, stigma Aceh lumbung ganja, kedepan jangan sampai tercoreng nama Aceh pusat peredaran sabu,” katanya.

Penulis:Redaksi
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...