BKKBN: Program Gampong KB Tetap Disuaikan Dengan Budaya Lokal

Pencanangan Gampong KB 2017 (8)

Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh bersama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Aceh meresmikan Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh sebagai Kampung Keluarga Berencana (KB) Sejahtera, Selasa (3/10/2017).

Peresmian ditandai pembukaan kain selubung dan pelepasan balon oleh Walikota bersama Wakil Walikota Drs H Zainal Arifin, Kabid Advokasi Penggerakan dan Informasi BKKBN Provinsi Aceh, Faridah SE MM dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (KB) Kota Banda Aceh, dr Media Yulizar.

Kabid Advokasi, Penggerakan, dan Informasi (Adpin) BKKBN Aceh, Faridah Abubabakar mengatakan, program gampong KB yang sedang gencar-gencarnya di launching oleh pemerintah melalui BKKBN tetap menyesuaikan dengan budaya lokal daerah setempat, sehingga kriteria gampong KB disetiap daerah berbeda-beda sesuai dengan potensi di daerah setempat.

Ia menyebutkan, pembentukan gampong KB di Banda Aceh berbeda kriterianya dengan di daerah lain. Karena menurutnya, kriteria pemilihan gampong KB adalah daerah yang kumuh dan banyak keluarga miskin. Namun karena Banda Aceh sudah lebih maju dari daerah lain di Aceh, maka kriterianya yang ditetapkan juga berbeda.

“Jadi tidak harus sama antara Banda Aceh dengan daerah lain di Jawa. Seperti Banda Aceh ini, kita bisa melakukannya melalui sektor pariwisata, jadi gampong KB ini harus punya nilai pariwisatanya,”ujarnya.

Menurut Faridah, program gampong KB merupakan upaya pemerintah untuk membangun Indonesia dari pinggiran. Faridah mengakui program gampong KB tersebut akan dievaluasi secara berkala oleh pemerintah. “Jadi KB sekarang bukan hanya kontrasepsi, berbeda program KB dahulu dengan sekarang. Jadi sekarang bagaimana kita ingin meningkatkan kualitas hidup manusia di Indonesia,”ujarnya.

Sementara itu, Walikota Banda Aceh Aminullah Usman menyampaikan,pemahaman program KB jangan hanya terpaku pada pembatasan jumlah anak saja seperti yang selama ini dipahami warga, tapi lebih kepada bagaimana program tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga.

“Selama ini KB tidak begitu populer lagi dan sekarang sudah didorong lagi oleh Pemerintah. Kenapa kita harus jalankan program ini?, karena program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ungkap Aminullah.

Dikatakannya, saat ini angka kemiskinan di Banda Aceh mencapai 7,6% dan pengangguran mencapai 12%. Karenanya tingkat kesejahteraan masih mengkhawatirkan dimana ada seorang Kepala Keluarga yang harus bekerja sendirian untuk menafkahi 10 orang. “Kita harap program ini dapat berjalan maksimal untuk meminimalisir angka kemiskinan dan pengganguran,” tambah Aminullah.

Lanjut Walikota, dengan semakin banyaknya keluarga yang memiliki kesejahteraan maka akan mampu memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi anggota keluarganya.

Penulis:Dedi saputra
Rubrik:Kota

Komentar

Loading...