Usir Kelompok Bersenjata, Tentara Irak Rebut Gedung Utama Pemerintah di Mosul

Foto: AFP

Foto: AFP

Baghdad - Pasukan elite Irak berhasil mengusir kelompok bersenjata yang menamakan dirinya Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) dari Mosul, Irak utara, Selasa (7/3).

Tentara Irak itu merebut gedung-gedung utama pemerintahan. Mosul adalah daerah kekuasaan besar terakhir yang dikuasai ISIS di Irak.

Kelompok militan itu menguasai Mosul pada pertengahan 2014 ketika merebut kendali daerah yang luas di Irak utara dan barat, serta Suriah timur.

Letnan Kolonel Abdel Amir al-Mohammadawi, juru bicara pasukan elite Unit Gerak Cepat, mengatakan, museum utama yang rusak dan dijarah oleh penjahat ISIS,juga berhasil dibebaskan.

Sebuah tim khusus Gerak Cepat menyerang gedung pemerintahan Nineve dan kompleks sekitarnya pada Senin (6/3) malam.  Operasi perebutan berlangsung selama satu jam.

"Mereka berhasil menewaskan beberapa belas anggota Daesh," kata Mohammadawi merujuk pada akronim bahasa Arab dari ISIS.

Dengan merebut kompleks gedung pemerintahan di Mosul, pasukan Irak bisa maju dan merencanakan serangan di kawasan Kota Tua yang berada di dekatnya.

Pembebasan itu juga merupakan sebuah simbol kembalinya otoritas pemerintahan Irak di Mosul.

Irak merebut kembali Mosul timur pada bulan Januari setelah beberapa bulan pertempuran.

Kini yang menjadi fokus adalah seberang Sungai Tigris, di mana serangan dimulai dua minggu lalu.

Kompleks gedung pemerintahan dan museum yang kembali direbut itu sebenarnya sudah hancur sebagian dan tidak digunakan oleh ISIS.

Operasi pembebasan Mosul, yang dimulai pada 17 Oktober 2016, kini akan memasuki fase rumit di mana pasukan pemerintah harus menyerang sebuah area Kota Tua padat penduduk.

Beberapa ribu anggota ISIS diduga bersembunyi di rumah-rumah warga sipil di wilayah padat tersebut.

Di Kota Tua itu pula, tepatnya di masjid agung Nuri, pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi mendeklarasikan berdirinya negara khilafah pada 2014 dengan wilayah yang membentang dari Irak sampai dengan Suriah.

Mosul adalah kota terbesar kedua di Irak yang terbelah menjadi dua bagian oleh Sungai Tigris. Area Kota Tua terletak di sebelah barat sungai tersebut.

Sekitar 750.000 orang diperkirakan berada di wilayah barat Mosul saat operasi pembebasan oleh pasukan pemerintah dimulai di bagian kota ini pada 19 Februari 2017.

Akibat dari operasi militer itu, lebih dari 40.000 warga sipil mengungsi dari Mosul dalam satu pekan terakhir.

Sejak dimulai tahun lalu, angka pengungsi – baik di bagian timur maupun barat – telah melampaui 200.000 orang.

Pasukan Irak merebut kembali wilayah timur Mosul pada Januari 2017 setelah 100 hari bertempur.

Mereka dibantu oleh pesawat tempur dari koalisi internasional yang dipimpin oleh Amerika Serikat. (kompas)

Komentar

Loading...