146 Prajurit Siswa Secata Sandang Baret Hijau Infanteri

Pembaretan

Pembaretan
Pembaretan

Aceh Besar - Komandan Depo Pendidikan Bela Negara (Dandodik Belneg) Rindam IM Letkol Inf Slamet Riyanto selaku Komandan Latihan mewakili Danrindam IM Kolonel Inf Dany Budiyanto, SE pimpin upacara penutupan Latihan Yudha Wastu Parmuka Jaya (YWPJ) Pendikan Pertama Tamtama (Dikamata) TNI AD Gel. I Tahap II Kecabangan Infanteri TA. 2016 Rindam IM di pantai Ujung Batee-Aceh Besar. Rabu (30/11/16) pagi.

Upacara penutupan latihan tersebut ditandai dengan pemakaian Baret dan penyematan Wing Infanteri kepada perwakilan siswa Secata Infantreri oleh Irup. Latihan Yudha Wastu Parmuka Jaya (YWPJ) di ikuti 146 prajurit siswa Secata Infanteri serta pelatih dan pendukung.

Dalam upacara tersebut, Letkol Inf Slamet Riyanto yang juga Plh. Dandodik Latpur membacakan amanat tertulis Komandan Pusat Kesenjataan Infantri (Danpussenif) Kodiklat TNI AD bahwa dengan telah diresmikannya penggunaan Baret Infanteri ini menuntut para mantan siswa sekalian untuk senantiasa meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan fisik dengan didukung semangat juang, jiwa korsa serta kebanggaan yang tinggi terhadap kecabangan Infanteri sebagai bekal pengabdian kepada Bangsa dan Negara tercinta.

Pembaretan dan Penyematan Brevet kualifikasi “Yuddha Wastu Pramukha” merupakan suatu pengakuan dan penghargaan bagi para Tamtama siswa. Baret Infanteri adalah lambang kehormatan bagi prajurit Infanteri, yang merupakan Queen Of The Battle yang mengacu kepada permainan catur dimana queen atau ratu memiliki kemampuan dan mobilitas yang tinggi, bisa bergerak kemedan apapun.

Hal ini berarti bahwa prajurit Infanteri memiliki kemampuan untuk bergerak disetiap bentuk medan pertempuran baik dihutan, gunung, rawa laut sungai dan pantai, dimana kemampuan tersebut tidak dimiliki oleh prajurit diluar kecabangan Infanteri. Ujarnya.

Prajurit Infanteri mempunyai semboyan “Yuddha Wastu Pramukha” sebagai pelaksana pertempuran terdepan dan menjadi penentu kemenangan dalam pertempuran dengan tugas pokok mencari, dekati, menguasai dan menghancurkan musuh.

Lebih lanjut, Danpussenif berpesan dengan semangat juang dan kualitas profesionalisme yang tinggi setiap prajurit Infanteri harus mampu menjaga kedaulatan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia bersama-sama komponen bangsa lainnya menjaga Kebhinneka Tunggal Ika-an, karena hanya dengan itu Indonesia bisa menjadi bangsa majemuk yang tangguh.

Upacara pembaretan juga dihadiri para Dansatdik Rindan IM, para Kabag Rindan IM, Danramil, Kapolsek, Pemerintah setempat, tokoh Agama, tokoh Adat, tokoh Masyarakat, dan tamu undangan serta orang tua keluarga siswa.