Plt Walikota: Program Kotaku Bagian Penting Dari Pencapaian Universal Akses

kotaku-3

Banda Aceh - Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) merupakan bagian penting dari upaya pencapaian universal akses. Tujuan akhir dari program ini yakni tercapainya tata kehidupan masyarakat yang berkualitas dan berkelanjutan. Bukan hanya dari segi kesehatan, namun juga dampak lainnya secara luas seperti peningkatan kesejahteraan dan ekonomi masyarakat.

Hal tersebut diungkapkan oleh Plt Wali Kota Banda Aceh Hasanuddin saat membuka lokakarya khusus Program Kotaku “Percepatan Penanganan Kumuh Kota Banda Aceh, Senin (28/11) di Hotel Grand Aceh.

Ia menyatakan, Pemko Banda Aceh baru saja menjadi tuan rumah City Sanitation Summit (CSS) -pertemuan kabupaten dan kota peduli sanitasi se-Indonesia pada minggu lalu.

“Pada pertemuan tersebut, kita menyatakan komitmen yang sangat tinggi dalam mewujudkan pencapaian universal akses bagi seluruh rakyat Indonesia,”ujarnya.

Untuk itu, sebutnya, dalam pelaksanaannya dibutuhkan peran khusus dari setiap pihak yang terlibat, baik dari pemerintah, aparatur gampong, swasta, maupun seluruh masyarakat. “Bukan hanya pembangunan infrastruktur atau fisik, namun segi edukasi demi perubahan sikap dan pola hidup yang sehat dan peduli sanitasi juga memegang peran yang sangat penting bagi tercapainya target Kotaku,”jelasnya.

“Melalui lokakarya ini, kami berharap akan dihasilkan berbagai masukan dan saran yang dapat berguna bagi upaya percepatan pencapaian program. Semoga kita semua dapat secara aktif terlibat dan berperan langsung bagi kemajuan lingkungan kita,”ungkap Hasanuddin.

Sementara itu, Kasatker PKP Aceh Syafril Tamsir dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan PPK I Satker PKP Aceh T Davis Hamid menyampaikan kegiatan ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari upaya percepatan penanganan kumuh secara nasional.

“Ditjen Cipta Karya juga sudah menetapkan Banda Aceh sebagai satu dari 40 kota prioritas penanganan kumuh di Indonesia,”sebutnya.

Sebagai salah satu tahapan pelaksanaan program Kotaku, katanya, Pemko Banda Aceh diharapkan dapat memfasilitasi penyusunan Perencanaan Penanganan Kumuh yang Terintegrasi (RP2KP-KP). “Saya meyakini dengan kapasitas dan komitmen Pemko Banda Aceh yang saat ini sudah cukup bagus, terbukti dan teruji, program kita ini akan berhasil mencapai target yang telah ditentukan,”pungkasnya.(raja)

Komentar

Loading...