Berzina, Dua Remaja di Banda Aceh Dicambuk 100 Kali

Foto: Acehportal

Foto: Acehportal
Foto: Acehportal

Banda Aceh - Satu pasangan non-muhrim dalam kasus ikhtilat (bermesraan) menjalani hukuman cambuk sebanyak 100 kali, karena terbukti melakukan zina.

Dalam prosesi cambuk yang digelar di Masjid Ar- Rahman, Komplek Perumahan Panteriek, Lueng Bata, Banda Aceh, Senin (28/11/2016) itu, juga dicambuk tiga terhukum lainnya, dalam kasus ikhtilat dan khalwat (mesum).

Uqubat cambuk terhadap kelima terhukum yang melanggar Qanun Nomor 6, Tahun 2014, tentang hukum jinayat itu, disaksikan ratusan warga Banda Aceh.

Adapun giliran pertama yang menjalani hukuman cambuk itu dari kasus khalwat satu pasangan,  AS (32) dan SW (34), masing-masing dicambuk tujuh kali, dipotong masa tahanan satu kali.

Lalu, terhukum dalam kasus ikhtilat, MH (18), menjalani hukuman cambuk 22 kali, setelah dipotong masa tahanan tiga kali. Namun, pasangangnnya dalam kasus itu, UZ (18) tidak dihadirkan dalam prosesi cambuk tersebut, karena kondisinya hamil.

Sementara itu pasangan yang terbukti berzina, ZF (18) dan RF (19), yang dieksekusi oleh dua orang algojo dari Satpol PP dan WH Banda Aceh, secara bergantian, masing-masing dicambuk 100 kali.

Kepala Satpol PP dan WH Banda Aceh, Yusnardi mengatakan, pasangan dalam kasus ikhtilat yang mendapat hukuman 100 kali cambuk itu, karena mengaku berzina . Sehingga Jaksa Penuntut Umum menuntut mereka  dengan hukuman sebanyak itu dalam persidangan di Mahkamah Syariah Banda Aceh.

“Mereka itu mengakui, kemudian hakim menyumpah, maka atas sumpah dan pengakuan tersebut, dipuutuskanlah hukumannya,” ujarnya.

Dia menambahkan, terhukum dalam kasus iktilat yang dicambuk 22 kali tidak mengakuinya dipersidangan dan tidak ada saksi. Karena untuk persyaratan kasus zina, itu harus ada empat orang saksi, kalau terhukum tidak mengakui perbuatannya. (adi)