Banjir Singkil Makin Tinggi, Ribuan Siswa Diliburkan

Foto Ilustrasi Kompas.com

Foto Ilustrasi Kompas.com

Singkil - Banjir yang melanda wilayah Kecamatan Singkil, Kabu­paten Aceh Singkil, Rabu (23/11), semakin tinggi. Akibat­nya, ribuan siswa terpaksa diliburkan karena ruang kelas te­ren­dam.

Kompleks SMA Negeri 1 Singkil wa­laupun ruang kelas dan halaman te­lah ditinggikan, namun ha­laman se­kolah tetap te­rendam. Begitu juga Se­kolah Madrasah Aliayah Negeri (MAN) Singkil hanya tersisa halaman de­pan yang telah ditimbun yang tidak terendam banjir.

Yang paling parah adalah Sekolah MTsN dan MIN Singkil. Seluruh ha­la­man dan ruang kelas terendam banjir se­hingga siswa tidak bisa memasuki kom­pleks sekolah. Terlihat siswa ha­nya berge­rombol pada pagi hari, ke­mu­dian pulang ke rumah masing ma­sing.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh Sing­kil, Yusfit Helmi yang dihubungi Analisa Rabu (23/11) menyebutkan, hari ini belasan sekolah diliburkan akibat banjir.

Untuk tingkat sekolah dasar (SD) yakni SDN Ujung Bawang, SD Kuta Sim­­boling, SD Pemuka 1, SD Pemuka 2. Kemudian SD Teluk Am­bun, SD Takal Pa­sir, SD Rantau Gedang, SD Teluk Rum­bia, SD Suka Makmur, SD Kila­ngan dan SD Tran di Simpang Kanan.

Sedangkan tingkat SMP, yaitu SMP 2 Singkil, SMP 3 Sing­kil di Rantau Ge­dang, SMP 4 Ujung Bawang dan MTsN Sing­kil. Sementara tingkat SMA yakni SMA 1 Singkil dan MAN Sing­kil.

Kepala Badan Penanggulangan Ben­­cana Daerah (BPBD) Aceh Sing­kil, Sulaiman, ST yang dihubungi Ana­lisa me­nye­butkan, akibat me­ning­katnya debit air sehingga wilayah ban­jir semakin luas.

Kondisi ini, ujarnya, sangat menyu­lit­kan warga terutama da­lam urusan dapur karena sebagian besar rumah mereka teren­dam banjir.

Untuk itu, pihaknya telah mendiri­kan dapur umum di dua lo­kasi, ma­sing-masing di Kampung Ujung Ba­wang dan Su­kamak­mur.

Di Ujung Bawang, dapur umum di­dirikan di pinggir jalan provinsi di de­pan SD Negeri Ujung Bawang. Se­dang­kan di Su­kamakmur berlokasi di jem­batan Sukamakmur.

Di lokasi dua dapur umum ini juga di­siagakan posko ke­se­hatan lengkap de­ngan obat obatan dan petugas me­dis.

Ditambahkan, walaupun banjir semakin tinggi, tetapi sampai hari ini tidak ada korban jiwa, rumah runtuh atau hanyut.

“Banjir yang sering terjadi mem­buat warga di wilayah ini pan­dai me­lakukan antisipasi,” katanya.

Antisipasi yang dilakukan warga, se­perti membuat panggung di dalam ru­mah untuk meletakkan barang ber­harga. Di pang­gung ini juga mereka ti­dur dan melakukan aktivitas keluarga lain­nya.  (analisadaily)